BYD Bantah Tudingan Sedang Alami Krisis: Kami Lebih Kuat dari Merek Otomotif Jepang dan Barat

Liberty Jemadu

Jum'at, 30 Mei 2025 | 21:50 WIB
BYD Bantah Tudingan Sedang Alami Krisis: Kami Lebih Kuat dari Merek Otomotif Jepang dan Barat
BYD membantah pihaknya sedang mengalami krisis dan memicu krisis di industri otomotif China seperti yang terjadi pada sektor properti Tiongkok dalam kasus Evergrande. Foto: BYD Ocean S dipamerkan di ajang Shanghai Auto Show 2025 pada April lalu. [Suara.com/Liberty Jemadu]

"Kini sudah ada Evergrande di industri otomotif China, tetapi ia belum kolaps," sindir Wei, mengacu pada raksasa properti China, Evergrande yang pada 2024 lalu dinyatakan bangkrut setelah gagal membayar utang sebesar lebih dari Rp 5000 triliun.

Ia tak menyebut perusahaan otomotif apa yang disetarakan dengan Evergrande, tetapi ia menyebut beberapa produsen otomotif China menghabiskan terlalu banyak sumber daya untuk mengejar market value dan menaikkan harga saham di bursa.

Lebih lanjut Wei mengatakan industri mobil listrik China saat ini sudah tidak sehat, yang ditandai banyaknya perusahaan yang masih menelan kerugian serta terus terjadinya perang harga, yang berdampak pada tertekannya rantai pasok.

Sejumlah besar perusahaan pemasok komponen otomotif di China pada awal 2025 sudah mengeluhkan tekanan dari merek-merek besar yang meminta mereka memangkas harga komponen.

Tidak hanya itu. Banyak pemasok komponen yang kini harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pembayaran atas produk yang mereka produksi untuk merek-merek otomotif di China.

Hal ini, kritik Wei, membuat kualitas komponen yang dihasilkan perlu dipertanyakan keamanan kerta kehandalannya.

"Beberapa mobil sudah turun harga dari 220.000 yuan ke 120.000 yuan per unit dalam beberapa tahun terakhir. Produk industri apa yang bisa turun harga hingga 100.000 yuan dan masih bisa dijamin kualitasnya?" cecar Wei dalam wawancara dengan Sina Finance, seperti dilansir dari Reuters.

"Ini jelas sesuatu yang mustahil," tegas Wei.

BYD Picu Perang Harga Baru

baca juga

BYD pada akhir pekan kemarin memang kembali memangkas harga sekitar 20an mobilnya, lewat skema tukar tambah. Langkah BYD ini segera diikuti oleh beberapa pesaingnya di China, termasuk Geely, IM Motors, dan Leap Motor.

BYD mengumumkan memangkas harga mobil-mobil jajaran Dynasti an Ocean, termasuk mobil listrik populer Seagull yang harganya turun sekitar 20 persen menjadi sekitar Rp 126 jutaan per unit. Sementara harga BYD Seal hybrid juga turun hingga 34 persen, hingga Rp 232 juta saja.

Pemangkasan harga ini, demikian diumumkan BYD di media sosial Weibo, berlaku sampai 30 Juni mendatang.

Geome Xingyuan bersama jajaran mobil Geely lainnya yang diperkirakan akan diluncurkan di Indonesia. [Suara.com/Liberty Jemadu]
Geome Xingyuan bersama jajaran mobil Geely lainnya yang diperkirakan akan diluncurkan di Indonesia. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Tak lama berselang, raksasa otomotif Tiongkok Geely juga mengumumkan memangkas harga mobil dari jajaran Galaxy.

Ada 7 model Geely Galaxy yang ditawarkan dengan harga lebih murah, termasuk Xingyuan - mobil terlaris di China saat ini - yang kini harganya hanya sekitar Rp 135 juta dari sebelumnya sekitar Rp 155 juta.

Selain itu Geely L6 EM-i, Starship 7 EM-i. E5, L7 EM-i, Starshine 8, dan E8 juga dijual dengan diskon hingga 18 persen.

IM Motors, perusahaan patungan antara SAIC, Alibaba dan Zhangjiang Hi-Tech juga memberikan diskon hingga 18 persen untuk beberapa model mobil listriknya.

Leapmotor, yang sebagian sahamnya dikuasai oleh raksasa otomotif Amerika Serikat - Italia, Stellantis, juga mengumumkan memberikan diskon hingga 30 persen untuk beberapa model mobil, terutama yang berteknologi EREV - mobil hybrid yang memanfaatkan mesin bensin sebagai generator untuk mengisi daya baterai.

Perang harga mobil di China yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dikhawatirkan akan membuat beberapa startup otomotif di China, seperti Xpeng, Nio dan Neta gugur sebelum berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tesla Sudah Keok dari BYD di Eropa

Tesla Sudah Keok dari BYD di Eropa

Otomotif | Senin, 26 Mei 2025 | 14:39 WIB

Ini Kabar Terbaru BYD Seal yang Mengeluarkan Asap di Palmerah

Ini Kabar Terbaru BYD Seal yang Mengeluarkan Asap di Palmerah

Otomotif | Kamis, 22 Mei 2025 | 19:01 WIB

BYD M6 Superior Captain Seat Mobil Listrik Keluarga dengan Ruang Kabin Premium

BYD M6 Superior Captain Seat Mobil Listrik Keluarga dengan Ruang Kabin Premium

Otomotif | Selasa, 20 Mei 2025 | 18:12 WIB

Meski Anjlok, Penjualan Mobil Listrik Masih Unggul dari Mobil Hybrid di April 2025

Meski Anjlok, Penjualan Mobil Listrik Masih Unggul dari Mobil Hybrid di April 2025

Otomotif | Rabu, 14 Mei 2025 | 19:52 WIB

Minta Maaf, BYD Indonesia Sebut BYD Seal di Palmerah Hanya Keluarkan Asap

Minta Maaf, BYD Indonesia Sebut BYD Seal di Palmerah Hanya Keluarkan Asap

Otomotif | Selasa, 13 Mei 2025 | 21:04 WIB

Sejarah Baru! Penjualan Mobil Listrik Kalahkan Mobil Hybrid di Kuartal I 2025

Sejarah Baru! Penjualan Mobil Listrik Kalahkan Mobil Hybrid di Kuartal I 2025

Otomotif | Senin, 05 Mei 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×