Hyundai Santai Sikapi Strategi Perang Harga Mobil China, Siapkan Strategi Sendiri Dorong Penjualan

Senin, 04 Agustus 2025 | 10:02 WIB
Hyundai Santai Sikapi Strategi Perang Harga Mobil China, Siapkan Strategi Sendiri Dorong Penjualan
Hyundai rilis Stargazer Cartenz di GIIAS 2025. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)

Suara.com - Hyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan tidak akan terbawa arus dengan strategi 'perang harga' yang dilakukan oleh merek otomotif asal China.

Hyundai bahkan memilih untuk menyiapkan strategi tersendiri demi mendorong penjualan di pasar domestik yang saat ini tengah lesu.

“Hyundai tidak akan masuk ke dalam kondisi tersebut (perang harga). Kami akan memainkan services atau value sebagai bentuk pelayanan kami ke konsumen,” ujar Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, di sela gelaran GIIAS 2025, Senin (4 Agustus 2025).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Soerjo ini menjelaskan, efek dari perang harga itu bukan hanya mendorong peningkatan penjualan tetapi juga karena faktor eksternal seperti tingginya angka kredit macet (non performing loan/NPL) yang bisa mempengaruhi daya beli.

Hyundai merilis Stargazer Cartenz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
Hyundai merilis Stargazer Cartenz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)

“Jangan lupa, non-performing loan itu masih tinggi loh. Nah, NPL ini jadi dasar pertimbangan dalam pembiayaan. Padahal di segmen bawah, pembiayaannya harus kuat. Jadi kalau approval rate-nya kecil, produk baru yang diperkenalkan belum tentu bisa dapat pendanaan lewat kredit. Ini yang akhirnya bikin volume penjualan tidak sejalan dengan apa yang sudah diaktivasi,” ungkapnya.

Selain itu, perang harga juga berpotensi menekan pendapatan perusahaan terutama dari sisi keuntungan dealer yang pasti akan ikut menurun yang bisa berdampak pada operasional.

“Kalo yang namanya perang harga, sudah pasti akan berdampak pada profitability dealer kami atau dealer dari brand lain secara umum dan itu situasi yang tidak diinginkan. Jadi secara supply chain, manufacturer, distributor dan dealer harus sama-sama menghasilkan keuntungan agar bisa membiayai operation mereka dan tidak terjadi yang namanya pemutusan hubungan kerja,” tambahnya.

Sementara itu menanggapi maraknya mobil listrik murah saat ini, Hyundai menegaskan bahwa pihaknya lebih fokus pada penyesuaian sistem powertrain yang paling sesuai untuk masuk ke suatu negara dengan tetap mengikuti regulasi pemerintah serta mempertimbangkan kontribusinya terhadap lingkungan.

“Saat ini kita masih mempunyai 3 powertrain (ICE, Hybrid, EV), tapi untuk masuk ke dalam suatu negara kita akan menyesuaikan powertrain mana yang akan cocok,” ujar Soerjo.

Baca Juga: Hyundai Genesis G80 Harganya Berapa? Ini 7 Fakta Sedan Mewah Kado Thariq untuk Istri

Menurutnya, perusahaan akan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah karena karakteristik powertrain di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua tentu berbeda-beda.

“Kita nggak bisa maksain bahwa EV harus diterima di Papua ataupun di Kalimantan sekalipun walaupun pasokan listriknya lebih besar dibandingkan Jawa. Tapi secara infrastrukturnya belum terbangun. Sehingga bisa memicu kekhawatiran dari konsumen,” pungkas Soerjo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI