Fakta Emisi Berbahaya Intai Manusia di Setiap Pengisian Daya Cepat Mobil Listrik

Senin, 18 Agustus 2025 | 20:05 WIB
Fakta Emisi Berbahaya Intai Manusia di Setiap Pengisian Daya Cepat Mobil Listrik
Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Mobil listrik dikenal lebih ramah lingkungan karena dianggap bebas emisi knalpot. Namun sebuah penelitian terbaru mengungkap ada sumber polusi lain yang muncul ketika mobil listrik diisi daya menggunakan DC fast charger atau pengisian daya cepat.

Profesor Kesehatan lingkungan dari University of California, Yifang Zhu, mengungkapkan bahwa udara di sekitar stasiun pengisian cepat mobil listrik memiliki kadar partikel berbahaya. Bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata polusi udara di kawasan perkotaan.

“Tidak ada jumlah partikel halus yang aman untuk dihirup. Di sekitar fast charger, level PM 2.5 (partikel halus) bisa dua kali lebih tinggi dari kadar normal. Kami menguji 50 unit di Los Angeles dan menemukan kadar partikel meningkat, terutama di dekat kabinet daya, bahkan dengan sisa logam dari rem dan ban,” jelas Zhu, dikutip dari InsideEvs, Senin (18 Agustus 2025).

Dalam penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa partikel halus tersebut bukan berasal dari alat pengisian itu sendiri. Namun dipicu oleh kipas pendingin berdaya besar pada charger yang membuat debu, kotoran, serta sisa partikel ban dan rem yang ada di sekitar lokasi kembali terbang ke udara.

Tim peneliti UCLA mencatat konsentrasi partikel halus di sekitar fast charger bervariasi antara 7,3 hingga 39 mikrogram per meter kubik, sedangkan rata-rata di kawasan perkotaan California hanya sekitar 3,6 hingga 12,4 mikrogram. Bahkan, di Los Angeles yang memiliki jumlah DC fast charger terbanyak, angka itu bisa melonjak drastis.

Ilustrasi mobil listrik (freepik)
Ilustrasi mobil listrik (freepik)

“Di Los Angeles, rata-rata PM 2.5 di udara sekitar 7-8 mikrogram. Di jalan tol bisa 10-11, di SPBU sekitar 12. Tapi di fast charger rata-ratanya 15, bahkan bisa melonjak hingga 200,” tambah Zhu.

Oleh karena itu, Zhu menghimbau pengguna mobil listrik untuk tidak berdiri terlalu dekat dengan stasiun fast charging saat proses pengisian sedang berlangsung. Menurutnya, menjaga jarak beberapa meter sudah cukup untuk mengurangi paparan partikel. Sementara pada jarak ratusan meter, tingkat polusi bisa kembali normal.

Sementara jika pengendara harus menunggu di dekat mobil, disarankan untuk menggunakan masker yang terbukti efektif menyaring partikel halus.

Namun dari hasil penelitian, para ahli menegaskan bahwa mobil listrik tetap jauh lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Hanya saja, pengguna disarankan untuk lebih bijak agar tidak terpapar polusi saat menggunakan sistem pengisian daya cepat pada mobil listrik.

Baca Juga: Chery Ungkap Alasan Pilih Perbanyak Model Hybrid Ketimbang Mobil Listrik Murni di Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI