Pengamat: Mobil Listrik Murah Berhasil Curi Perhatian Pembeli Mobil LCGC

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 18 Agustus 2025 | 17:49 WIB
Pengamat: Mobil Listrik Murah Berhasil Curi Perhatian Pembeli Mobil LCGC
BYD Atto 1 mobil listrik di bawah Rp 200 juta yang meluncur di GIIAS 2025. (Foto: BYD)

Suara.com - Kehadiran mobil listrik murah meramaikan industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan harga mobil listrik yang ditawarkan beririsan dengan harga mobil LCGC (low cost green car) yang cenderung menjadi pilihan para pembeli mobil pertama.

Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu menilai, terdapat faktor utama yang menjadikan mobil listrik murah menarik bagi pembeli mobil pertama.

Mobil listrik menawarkan fitur lebih modern dan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin LCGC.

"Mobil listrik murah berhasil merebut perhatian kelompok pembeli tersebut (pembeli mobil pertama)," ujar Yannes saat dihubungi Suara.com, Senin (18 Agustus 2025).

Meski demikian, lanjut Yannes, dominasi LCGC masih relatif bertahan di luar Jakarta dan kota besar lain. Hal ini disebabkan oleh karakteristik konsumen yang berbeda, yakni pembeli mobil pertama dari generasi millennial ke atas berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk pengemudi taksi online yang sangat sensitif terhadap harga awal, ketersediaan suku cadang, kepastian jaringan layanan purna jual serta harga jual kembali.

Daihatsu Sigra Jadi Penopang Utama Penjualan Astra Daihatsu Motor (ADM) Sepanjang 2024. (Foto: ADM)
Daihatsu Sigra Jadi Penopang Utama Penjualan Astra Daihatsu Motor (ADM) Sepanjang 2024. (Foto: ADM)

"Jadi persaingan ini memang lebih terasa pada kalangan konsumen pemula dari generasi muda, khususnya Millennial dan Gen Z, yang cenderung mencari kendaraan berfitur modern, berukuran kompak, ekonomis, dan dapat digunakan untuk menembus aturan ganjil-genap di Jakarta," ungkap Yannes. 

"Tren serupa juga terlihat di kota-kota besar lain di Pulau Jawa, meskipun sebagian besar pembeli di wilayah ini merupakan pemilik kendaraan lebih dari satu," sambungnya.

Diketahui pasar mobil LCGC sejauh ini masih lesu. Di lain sisi, penjualan mobil listrik murni justru terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), secara keseluruhan segmen LCGC mencatatkan penjualan sebanyak 72.986 unit sepanjang 7 bulan pertama 2025. 

baca juga

Namun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan mobil LCGC tercatat mengalami penurunan 30,1% sebesar 104.452 unit.

Sebaliknya, penjualan wholesales mobil listrik murni pada Januari-Juli 2025 tembus sebanyak 42.178 unit. Pencapaian tersebut hampir melampaui capaian penjualan mobil listrik sepanjang 2024 di angka 43.188 unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chery Ungkap Alasan Pilih Perbanyak Model Hybrid Ketimbang Mobil Listrik Murni di Indonesia

Chery Ungkap Alasan Pilih Perbanyak Model Hybrid Ketimbang Mobil Listrik Murni di Indonesia

Otomotif | Senin, 18 Agustus 2025 | 15:21 WIB

Mencari Mobil Baru Paling Murah di Agustus 2025? Ini Daftar Lengkapnya!

Mencari Mobil Baru Paling Murah di Agustus 2025? Ini Daftar Lengkapnya!

Otomotif | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:21 WIB

Transaksi GIIAS 2025 Tembus 38 Ribu Unit di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Transaksi GIIAS 2025 Tembus 38 Ribu Unit di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Otomotif | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:06 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×