Peserta juga aktif menggelar kampanye dan aksi sosial di 66 lokasi di seluruh Indonesia, seperti penanaman pohon, bersih-bersih sungai dan pantai, serta edukasi lingkungan. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas lokal, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat umum, menjadikan pendekatan inklusif sebagai kunci keberhasilan dampak berkelanjutan.