Suara.com - Pasti tak sedikit dari Anda bertanya-tanya mengapa gas air mata tetap masuk dan tembus meski semua kaca mobil sudah tertutup rapat?
Anda mungkin merasa kabin mobil adalah benteng teraman saat terjebak di tengah keramaian atau unjuk rasa.
Namun pemikiran tersebut terbantahkan. Setidaknya ada 3 alasan kenapa gas air mata tetap bisa masuk kabin mobil meski kaca ditutup rapat.
1. Jebakan Bernama Ventilasi Udara Luar
Ini adalah biang keladi utamanya. Sistem ventilasi atau AC mobil Anda secara default diatur untuk menarik udara segar dari luar. Tujuannya baik, yaitu menjaga sirkulasi dan kadar oksigen di dalam kabin.
Namun, dalam kondisi darurat, pengaturan ini menjadi jalur utama bagi partikel mikroskopis gas air mata untuk menyelinap masuk.
Filter kabin standar pun seringkali tidak dirancang untuk menyaring partikel kimia sekecil itu, sehingga gas tetap lolos dengan mudah.
![Gas Air Mata di Demo Pati, Rabu 13 Agustus 2025 [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/13/42830-gas-air-mata-di-demo-pati.jpg)
2. Mobil Anda Tidak Sepenuhnya Kedap Udara
Meskipun kaca jendela sudah ditutup rapat, molekul gas tetap bisa masuk melalui celah yang tidak terlihat.
Baca Juga: Demo Jogja Memanggil Berujung Ricuh, Mobil Polisi Jadi Sasaran Amukan Massa
Bayangkan mobil Anda sebagai sebuah kesatuan yang kokoh. Kenyataannya, ia memiliki banyak sekali celah mikro.
Celah-celah ini ada di sekitar karet pintu, sambungan kaca jendela, bahkan lubang drainase yang sering kita lupakan.
Fungsinya adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara dan mencegah kabin menjadi vakum. Namun, celah inilah yang menjadi pintu masuk kedua bagi partikel gas yang ringan dan mudah terbawa angin.
3. Gempuran Konsentrasi Gas yang Terlalu Pekat
Faktor eksternal juga memegang peranan krusial. Saat konsentrasi gas air mata di lingkungan sekitar sangat tinggi, tekanannya akan memaksa partikel masuk melalui celah sekecil apa pun.
Partikel ini bisa menempel di permukaan luar mobil, dan begitu Anda membuka pintu atau menyalakan AC (tanpa mode resirkulasi), kontaminasi akan langsung menyebar ke seluruh interior.
Bahkan setelah situasi reda, sisa partikel pada jok atau karpet masih bisa menimbulkan efek perih dan sesak napas.
Tombol Sakti Pelindung Anda: Cara Bertahan di Dalam Kabin
Jangan panik. Mobil Anda memiliki sistem pertahanan yang bisa diaktifkan seketika. Kuncinya adalah mengubah cara sirkulasi udara di dalam kabin.
- Aktifkan Mode Resirkulasi Segera: Temukan tombol bergambar mobil dengan panah melingkar di dalamnya. Dengan menekannya, aliran udara dari luar akan terhenti, dan hanya udara di dalam kabin yang akan bersirkulasi. Langkah ini sangat penting untuk dilakukan pertama kali.
- Hentikan Aliran AC Jika Diperlukan: Jika bau gas terasa sangat kuat, matikan sistem AC untuk sementara guna mencegah penyebaran partikel lebih lanjut di dalam kabin.
- Tutup Ventilasi AC: Jika memungkinkan, tutup semua kisi-kisi ventilasi AC secara manual untuk mengurangi risiko masuknya udara yang masih mengandung partikel berbahaya.
- Berpindah ke Area yang Lebih Aman