Bajaj Beberkan Strategi Selamatkan KTM: Produksi Eropa Sudah Mati

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Minggu, 14 September 2025 | 13:38 WIB
Bajaj Beberkan Strategi Selamatkan KTM: Produksi Eropa Sudah Mati
KTM 160 Duke. (Motorbeam)

Suara.com - Drama penyelamatan KTM oleh Bajaj Auto terus bergulir. Setelah resmi mengucurkan total investasi lebih dari 800 juta euro—termasuk suntikan dana segar pada Mei 2025—raksasa otomotif asal India ini kini memegang kendali strategis yang signifikan atas merek motor asal Austria tersebut. Tak heran, setiap pernyataan CEO Bajaj Auto, Rajiv Bajaj, kini jadi sorotan serius.

Rajiv Bajaj, dalam wawancara yang dikutip dari Rideapart memaparkan dua langkah utama yang menurutnya wajib dilakukan untuk membalikkan nasib KTM. Ia memulai dengan menyoroti masalah identitas merek.

"Pertama, kita harus mengembalikan [KTM] ke inti mereknya. Seperti yang kadang terjadi saat sukses, Anda cenderung menyebarkan merek ke terlalu banyak kategori, terlalu banyak segmen; bahkan di luar segmen inti. Dari situ muncul proliferasi SKU yang membuat bisnis jadi sangat kompleks, mulai dari R&D hingga bengkel dealer. Jadi, menurut saya, kita harus mengembalikan merek ke inti. Dari situ akan lahir penyederhanaan besar dalam operasi, yang akan berdampak sangat positif bagi perusahaan," ujar Bajaj.

Langkah kedua yang ia tekankan adalah soal efisiensi biaya.

“Hal kedua yang harus kita lakukan adalah mereset biaya. Secara sederhana dan blak-blakan, produksi di Eropa sudah mati. Industri otomotif, termasuk mobil, paham soal ini,” tegasnya.

KTM 160 Duke. (Motorbeam)
KTM 160 Duke. (Motorbeam)

Bajaj mencontohkan langkah Triumph yang memindahkan hampir seluruh produksinya ke Thailand sejak lebih dari 15 tahun lalu, dan belakangan juga ke India. Menurutnya, jika Triumph bisa, KTM pun seharusnya bisa melakukan hal serupa.

"Kami belum pernah membagikan ini sebelumnya, tapi izinkan saya katakan bahwa saat KTM kesulitan di Eropa, KTM yang kami buat dan ekspor dari India ke berbagai belahan dunia memberi kami margin EBITDA lebih dari 30%. Alasannya adalah daya saing biaya yang luar biasa dari India, rantai pasok, dan pemasok kami yang hebat," ungkapnya.

Bajaj yakin, kombinasi pemulihan identitas merek dan restrukturisasi biaya akan membuka masa depan cerah bagi KTM. Ia juga menyinggung potensi ekspor KTM yang bisa mencapai rekor baru, meski tetap bergantung pada kebijakan tarif di pasar tertentu.

Tak berhenti di situ, Bajaj mengungkap rencana peluncuran mesin kembar (twin-cylinder) yang sudah lama digoda ke publik. Mesin ini disebut akan menjadi yang terbesar dari seluruh lini Bajaj maupun KTM buatan Bajaj saat ini, meski peluncurannya masih setidaknya setahun lagi.

KTM Duke 200. (KTM India)
KTM Duke 200. (KTM India)

Di luar kabar KTM, Bajaj juga memberi bocoran bahwa sekitar Oktober nanti, Triumph akan merilis model Triumph Tracker bermesin 400cc, melanjutkan kesuksesan Thruxton 400 yang baru saja meluncur.

Dengan strategi ini, Bajaj tampaknya ingin mengembalikan KTM ke jalur yang lebih fokus dan efisien, sambil memanfaatkan kekuatan manufaktur Asia untuk menekan biaya.

Jika rencana ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin KTM akan kembali menjadi pemain tangguh di segmen motor premium global—dengan India sebagai pusat produksinya.

Masalah apa yang melanda KTM sebelumnya?  Anda bisa mempelajari, mulai dari krisis finansial hingga restrukturisasi organsisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Tertipu Stiker! Ternyata Ini Beda Jeroan Honda Beat FI vs eSP, Awas Salah Pilih!

Jangan Tertipu Stiker! Ternyata Ini Beda Jeroan Honda Beat FI vs eSP, Awas Salah Pilih!

Otomotif | Minggu, 14 September 2025 | 12:29 WIB

5 Pilihan Motor Bekas Seharga HP: Modal Mulai Rp5 Jutaan Bisa Dapat Spek Gesit

5 Pilihan Motor Bekas Seharga HP: Modal Mulai Rp5 Jutaan Bisa Dapat Spek Gesit

Otomotif | Sabtu, 13 September 2025 | 20:30 WIB

Yamaha Berikan Servis Gratis untuk Motor Terdampak Banjir di Bali

Yamaha Berikan Servis Gratis untuk Motor Terdampak Banjir di Bali

Otomotif | Sabtu, 13 September 2025 | 09:50 WIB

Budget Mahasiswa: Pilih Yamaha NMAX Bekas Gagah atau Fazzio Baru Bergaya?

Budget Mahasiswa: Pilih Yamaha NMAX Bekas Gagah atau Fazzio Baru Bergaya?

Otomotif | Jum'at, 12 September 2025 | 18:59 WIB

Kualat! Gasak Motor Emak-emak usai Bebas, 2 Residivis di Jakbar Dicokok Lagi Asyik Main Judol

Kualat! Gasak Motor Emak-emak usai Bebas, 2 Residivis di Jakbar Dicokok Lagi Asyik Main Judol

News | Jum'at, 12 September 2025 | 16:57 WIB

Adu Skutik Premium ADV160 RoadSync Lawan Aerox Alpha Turbo: Gengsi Skutik Terkoneksi, Pilih Mana?

Adu Skutik Premium ADV160 RoadSync Lawan Aerox Alpha Turbo: Gengsi Skutik Terkoneksi, Pilih Mana?

Otomotif | Jum'at, 12 September 2025 | 16:55 WIB

Terkini

Terpopuler: 5 Mobil Murah 3 Baris yang Irit dan Jago Nanjak, Update Harga BBM Jelang Lebaran

Terpopuler: 5 Mobil Murah 3 Baris yang Irit dan Jago Nanjak, Update Harga BBM Jelang Lebaran

Otomotif | Kamis, 19 Maret 2026 | 06:35 WIB

Federal Oil Berangkatkan Ratusan Mekanik Mudik Gratis Serta Siapkan Posko Mudik di Jalur Pantura

Federal Oil Berangkatkan Ratusan Mekanik Mudik Gratis Serta Siapkan Posko Mudik di Jalur Pantura

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:45 WIB

Jangan Pinjami Kartu Tol ke Pemobil Lain saat Perjalanan Mudik Lebaran, Dampaknya Bikin THR Jebol

Jangan Pinjami Kartu Tol ke Pemobil Lain saat Perjalanan Mudik Lebaran, Dampaknya Bikin THR Jebol

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:34 WIB

5 Mobil Bekas Bagasi Super Lega: Koper Sekampung Masuk, Mudik Lebaran Bebas Drama Sempit-sempitan

5 Mobil Bekas Bagasi Super Lega: Koper Sekampung Masuk, Mudik Lebaran Bebas Drama Sempit-sempitan

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Penyebab Mesin Mobil Overheat di Tol, Lengkap Cara Mengatasinya

Penyebab Mesin Mobil Overheat di Tol, Lengkap Cara Mengatasinya

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:07 WIB

Pemudik Kendaraan Listrik Diprediksi Melonjak 60 Persen, PLN Siapkan Ribuan SPKLU

Pemudik Kendaraan Listrik Diprediksi Melonjak 60 Persen, PLN Siapkan Ribuan SPKLU

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:32 WIB

Punya Harta Rp7,3 Miliar, Isi Garasi Gus Alex Eks Staf Menag Yaqut Ternyata Sederhana Sekali

Punya Harta Rp7,3 Miliar, Isi Garasi Gus Alex Eks Staf Menag Yaqut Ternyata Sederhana Sekali

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:30 WIB

Pantau Rute Arus Mudik Lewat CCTV Online Hindari Terjebak Macet di Tol Trans Jawa

Pantau Rute Arus Mudik Lewat CCTV Online Hindari Terjebak Macet di Tol Trans Jawa

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:18 WIB

5 Mobil Hybrid Murah Anti Repot Ngecas: Irit Bensin Maksimal, Harga Ramah Kantong buat Mudik Lebaran

5 Mobil Hybrid Murah Anti Repot Ngecas: Irit Bensin Maksimal, Harga Ramah Kantong buat Mudik Lebaran

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:50 WIB

Pahami 4 Jenis Charging Mobil Listrik Sebelum Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Bingung

Pahami 4 Jenis Charging Mobil Listrik Sebelum Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Bingung

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:12 WIB