Suara.com - Kendaraan listrik digadang-gadang sebagai mobil masa depan, tak kecuali di Indonesia. Mobil listrik yang ramah lingkungan dan diklaim lebih irit menjadi nilai lebih. Kini, desain mobil listrik pun mulai menyesuaikan kebutuhan termasuk hanya dengan tiga roda yang mirip seperti bajaj.
Dengan desain yang lebih ringkas, kendaraan listrik roda tiga diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan UMKM atau jasa transportasi seperti angkut ringan, layanan antar, atau mobilitas last mile. Kalau Anda tertarik juga untuk membeli kendaraan ini, berikut lima rekomendasi mobil listrik roda tiga yang bisa dipertimbangkan.
1. Selis Bromo

Mobil ini menjadi pilihan lokal yang populer untuk penggunaan perkotaan dan pariwisata. Selis Bromo merupakan salah satu mobil listrik roda tiga pertama yang dipasarkan di Indonesia.
Bodinya ringkas, jarak tempuh diklaim mencapai sekitar 100 km per pengisian, dan sudah bisa didaftarkan sehingga pemilik mendapatkan STNK.
Harga pasar untuk varian ini bergerak di kisaran Rp50–60 juta, menjadikannya opsi entry-level untuk yang butuh kendaraan listrik beroda tiga dengan biaya kepemilikan relatif rendah.
2. Selis New Balis

Masih dari jenama yang sama namun dengan versi yang lebih berorientasi penumpang, Selis New Belis cocok untuk layanan shuttle mikro atau kendaraan wisata kecil.
New Balis menawarkan konfigurasi kabin yang lebih nyaman untuk penumpang dan baterai removable pada beberapa varian sehingga memudahkan pengisian/penukaran.
Harga OTR New Balis di pasar Indonesia umumnya berada sekitar Rp45–48 juta sehingga menjadi pilihan ekonomis bila Anda mencari kendaraan roda tiga yang lebih rapi dan terstandarisasi.
3. TVS Kargo Roda Tiga

Merek TVS menghadirkan varian kargo roda tiga yang populer untuk usaha kecil dan distribusi barang di area padat.
Di Indonesia TVS Kargo diposisikan di rentang harga yang sangat kompetitif. Varian dasar tercatat mulai sekitar Rp39,5 juta, sedangkan varian box/insulated bisa naik ke kisaran Rp55–62 juta tergantung spesifikasi.
Meski TVS lebih dikenal dengan kendaraan bermesin bensin, model roda tiga kargo sering tersedia dalam konfigurasi yang mendukung kebutuhan komersial skala kecil.
4. Piaggio Ape E-Xtra Electric

Untuk kebutuhan kargo profesional dengan build quality Eropa, Piaggio Ape E-Xtra versi listrik menawarkan kabin yang lebih solid dan kapasitas muat lebih serius.
Kendaraan ini cocok untuk bisnis distribusi, toko kelontong keliling, atau usaha yang butuh pickup/box kecil.
Harga varian listrik Piaggio Ape di Indonesia berada pada kisaran Rp125–131 juta untuk model E-Xtra Pickup/Box, sehingga posisinya lebih premium daripada opsi lokal tetapi memberikan keandalan dan after-sales dari merek internasional.
5. Viar Q1 Trike

Sebagai salah satu produsen motor listrik terbesar di Indonesia, Viar memperkenalkan varian konsep Q1 Trike yang mengadopsi platform motor listrik Viar Q1 tetapi dengan tambahan satu roda belakang untuk kestabilan dan kapasitas angkut kecil.
Model ini masih dipasarkan terbatas untuk kalangan bisnis dan uji coba niaga ringan, namun performanya menarik perhatian. Dengan tenaga motor 800–1000 watt dan baterai lithium 60V, Q1 Trike mampu menempuh jarak 80–90 km per pengisian.
Harga diproyeksikan berada di kisaran Rp55–65 juta, menjadikannya alternatif lokal yang potensial untuk menggantikan kendaraan roda tiga berbahan bakar bensin.
Dari sekian banyak pilihan, membeli kendaraan listrik agaknya gampang-gampang sulit. Namun, bukan tidak mungkin Anda bisa mendapatkan yang sesuai dengan kriteria.
Pertama-tama tentukan prioritas kendaraan yang dipakai. Petakan apakah kendaraan tersebut akan digunakan untuk angkutan orang atau barang. Tentukan juga volume angkutan, apakah sekadar kebutuhan keluarga atau kegaiatan niaga. Untuk angkutan orang, pastikan kapasitas yang akan diangkut.
Bukan hanya spesifikasi, periksa juga status legalitas seperti STNK dan izin jalan. Beberapa unit lokal seperti Selis sudah bisa didaftarkan, sementara produk impor memerlukan pengurusan tambahan.
Perhatikan kapasitas baterai, jarak tempuh riil, kecepatan maksimum, serta kemudahan servis/tersedianya spare part di daerah Anda. Terakhir, bandingkan total biaya kepemilikan kendaraan listrik roda 3, misalnya servis dan listrik dengan alternatif BBM jika tujuan Anda efisiensi jangka panjang.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni