Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:48 WIB
Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai
Kendaraan melintas di jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) Seksi IV di kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (6/10/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/foc]
baca 10 detik
  • Salah satu sektor yang tumbuh pesat adalah industri kuliner.
  • Berdasarkan data realisasi investasi hingga triwulan II tahun 2025 mencapai Rp3,58 triliun.
  • Penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi hingga 96,77 persen. Sektor waralaba makanan menempati posisi keempat terbesar.

Suara.com - Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi, Aceh mulai membuka diri terhadap peluang investasi baru. Salah satu sektor yang tumbuh pesat adalah industri kuliner, yang tidak hanya mencerminkan kekayaan cita rasa lokal, tetapi juga menjadi jembatan antara pelaku usaha daerah dan mitra global.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, realisasi investasi hingga triwulan II tahun 2025 mencapai Rp3,58 triliun, menempatkan Aceh di posisi ke-28 dari 38 provinsi di Indonesia.

Dari total tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi hingga 96,77 persen. Sektor waralaba makanan menempati posisi keempat terbesar dengan nilai Rp326 miliar atau sekitar 15,6 persen.

Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, tren ini menjadi sinyal positif dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar kota ini semakin terbuka terhadap peluang investasi.

Sektor kuliner menjadi salah satu magnet utama pertumbuhan investasi di Banda Aceh. Tren ini terlihat dari semakin maraknya kehadiran berbagai brand dan usaha kuliner, termasuk yang berskala multinasional.

“Kita juga harus berkolaborasi bersama-sama untuk mendatangkan investasi dari luar. Artinya, kota ini harus bisa lebih terbuka ke depan dan membuat orang nyaman supaya mau berinvestasi di Banda Aceh. Itulah yang sedang kita perjuangkan,” ungkap Illiza kepada wartawan, belum lama ini.

“Kalau kita lihat di bidang kuliner (restoran), investasinya terus meningkat. Jadi pilihan orang untuk berinvestasi di bidang kuliner ini semakin bertambah,” tambahnya.

Meski menunjukkan tren positif, Aceh masih menghadapi tantangan ekonomi yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, tingkat kemiskinan pada Februari 2025 tercatat 14,45 persen, dengan lebih dari 800 ribu penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah pengangguran juga meningkat menjadi 149 ribu orang, menandakan masih terbatasnya lapangan kerja produktif di sektor formal.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Masriadi Sambo, menyebut Aceh kini tercatat sebagai provinsi termiskin di Pulau Sumatera. “Angka pengangguran 149.000 penduduk per Februari 2025 terus meningkat dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

baca juga

Kondisi ini diperburuk dengan melemahnya daya beli masyarakat, yang menyebabkan banyak sektor ekonomi tertekan. Selain itu, aksi boikot terhadap produk tertentu, yang melibatkan rantai pasok dan tenaga kerja lokal, turut memperburuk situasi. Produk-produk yang seharusnya memperkuat ekonomi daerah justru kesulitan bertahan di pasar.

Tren pertumbuhan sektor kuliner dan meningkatnya minat investor menunjukkan bahwa strategi untuk memperkuat ekonomi Aceh tidak cukup hanya dengan menarik arus investasi baru. Tantangannya kini adalah memastikan agar investasi yang sudah berjalan juga menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Pemerintah daerah bersama pelaku usaha perlu membangun ekosistem ekonomi yang tidak sekedar berorientasi pada modal, namun juga memberdayakan pelaku lokal mulai dari UMKM, petani, hingga pemasok di rantai pasok industri. Dengan cara ini, pertumbuha ekonomi tidak hanya terasa di pusat tetapi juga menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

Peneliti ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kondisi ekonomi yang tidak stabil turut mempengaruhi perusahaan yang bergantung pada rantai pasok lokal.

“Bagi perusahaan yang mengandalkan 70% pasokan dari pemasok lokal, situasi ini dapat sangat mempengaruhi kelangsungan operasional mereka,” ujarnya.

Menurut Yusuf, hubungan erat antara perusahaan besar dan pemasok lokal sebenarnya memberi banyak manfaat, mulai dari pendapatan stabil bagi petani dan pelaku UMKM, transfer teknologi, hingga perluasan pasar. Namun, ia menekankan bahwa keberlanjutan hubungan ini bergantung pada dukungan pasar domestik.

“Perusahaan besar dengan rantai pasok lokal berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja domestik, mengurangi ketergantungan impor, dan menjaga perputaran ekonomi di dalam negeri. Tapi hal ini hanya bisa bertahan jika pasar domestik memberikan dukungan yang cukup,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mendukung produk perusahaan yang memiliki rantai pasok lokal agar ekosistem ekonomi daerah tetap hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ritel Besar vs Warung Kecil: Kemenko PM Siapkan Aturan Main Baru Biar UMKM Nggak Tumbang!

Ritel Besar vs Warung Kecil: Kemenko PM Siapkan Aturan Main Baru Biar UMKM Nggak Tumbang!

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:01 WIB

Pemerintah Dorong Investasi Lab & Rapid Test Merata untuk Ketahanan Kesehatan Nasional

Pemerintah Dorong Investasi Lab & Rapid Test Merata untuk Ketahanan Kesehatan Nasional

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:51 WIB

Jokowi Klaim Proyek Whoosh Investasi Sosial, Tapi Dinikmati Kelas Atas

Jokowi Klaim Proyek Whoosh Investasi Sosial, Tapi Dinikmati Kelas Atas

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:57 WIB

Terkini

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

×