7 Target Utama Operasi Zebra Hari Ini 17 November 2025, Jangan Sampai Kena Tilang!

Senin, 17 November 2025 | 07:52 WIB
7 Target Utama Operasi Zebra Hari Ini 17 November 2025, Jangan Sampai Kena Tilang!
Ilustrasi Operasi zebra 2025 (Suara x Gemini)
Baca 10 detik
  • Operasi Zebra 2025 digelar serentak di seluruh Indonesia mulai 17 hingga 30 November 2025.
  • Tujuh pelanggaran spesifik menjadi target utama, mulai dari main ponsel hingga melawan arus.
  • Penindakan fokus menggunakan tilang elektronik (ETLE) statis dan mobile, bukan razia stasioner.

Suara.com - Siap-siap, Korlantas Polri resmi membunyikan lonceng dimulainya Operasi Zebra 2025 di seluruh penjuru Indonesia.

Biar kantong aman dari denda dan perjalanan tetap lancar, kami sajikan daftar lengkap pelanggaran yang jadi target utama polisi di jalanan.

Operasi bersandi 'Zebra' ini akan berlangsung selama dua pekan penuh, mulai 17 hingga 30 November 2025.

Tujuannya jelas: mengamankan jalanan menjelang musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jadi, ini bukan sekadar razia biasa, melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan dan menciptakan ketertiban.

Daftar Pelanggaran yang Wajib Dihindari

Sebanyak 92.300 pengendara ditindak oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya selama Operasi Zebra Jaya 2024. [Antara]
Sebanyak 92.300 pengendara ditindak oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya selama Operasi Zebra Jaya 2024. [Antara]

Polisi tidak akan lagi main-main dengan pelanggaran kasat mata yang sering dianggap sepele tapi berakibat fatal.

Penindakan akan fokus melalui kamera ETLE, baik yang terpasang di jalan (statis) maupun yang dibawa patroli (mobile).

Menurut akun Instagram resmi @tmcpoldametro, berikut adalah sasaran utama operasi kali ini:

Baca Juga: Viral Sule Pasrah Ditilang di Jalan, Sudinhub Jaksel: Tak Bawa Buku STUK, Masa Uji KIR Habis!

1. Main Ponsel Saat Berkendara: Fokus terpecah sepersekian detik saja bisa berbahaya.
2. Pengendara di Bawah Umur: Tidak punya SIM, tidak punya pembenaran di jalan raya.
3. Tidak Memakai Helm SNI atau Safety Belt: Keselamatan adalah harga mati.
4. Berkendara dalam Pengaruh Alkohol: Membahayakan diri sendiri dan orang lain.
5. Melawan Arus: Pelanggaran nekat yang jadi penyebab utama kecelakaan fatal.
6. Melebihi Batas Kecepatan: Jalanan umum bukan sirkuit balap.
7. Surat-surat dan Pelat Nomor: Pastikan STNK hidup dan pelat nomor sesuai aturan (bukan pelat 'dewa' atau modifikasi aneh).

Pihak kepolisian menegaskan misinya lewat pernyataan resmi.

"Sasaran operasinya diarahkan pada perilaku yang berisiko membahayakan, seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, tak memakai helm atau sabuk pengaman, pengaruh alkohol, kelengkapan STNK, dan pelat nomor yang tidak sesuai aturan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu tertib dan menjaga keselamatan bersama di jalan," tulis @tmcpoldametro.

Petugas Satlantas Polres Bantul memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan salah satu pemotor yang ada di Bantul. [Kontributor Suarajogja.id/Julianto]
Petugas Satlantas Polres Bantul memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan salah satu pemotor yang ada di Bantul. [Kontributor Suarajogja.id/Julianto]

Bukan Sekadar Tilang, Tapi Bangun Kesadaran

Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, menekankan bahwa Operasi Zebra 2025 punya agenda yang lebih besar.

Ini adalah pemanasan penting sebelum Operasi Lilin yang skalanya lebih masif saat Nataru.

"Operasi Zebra bukan semata penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan selamat di jalan raya," ujar Aries dikutip dari situs Korlantas Polri.

Menurutnya, operasi ini dirancang berdasarkan tiga pilar utama: persiapan Operasi Lilin, analisis data pelanggaran tiga bulan terakhir, dan respons terhadap fenomena sosial seperti maraknya balap liar yang kini jadi perhatian khusus.

Belajar dari Kesuksesan Sebelumnya

Operasi serupa sebelumnya, yaitu Operasi Patuh, telah menunjukkan dampak signifikan.

Penindakan tegas terhadap kendaraan overload dan overdimension (ODOL) bahkan menjadi perhatian serius di level kementerian.

"Memiliki impact yang cukup banyak. Kemarin kita melaksanakan Operasi Patuh yang diarahkan ke kendaraan overload dan overdimension, dan itu dampaknya sampai ke kementerian. Sekarang bahkan jadi agenda lintas sektoral yang terus berjalan," jelas Aries.

Hal ini membuktikan bahwa penegakan hukum yang konsisten di jalan raya mampu menciptakan perubahan sistemik yang lebih luas.

"Kita tidak lagi menghitung dari jumlah kejadian saja, tapi melihat perbandingan dengan jumlah penduduk dan kendaraan. Jadi tidak selalu Polda besar yang paling tinggi tingkat pelanggarannya," tutupnya, menandakan pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data.

Intinya simpel: patuhi aturan bukan karena takut ditilang, tapi demi keselamatan bersama. Cek kelengkapan surat-surat, pastikan kendaraan laik jalan, dan yang terpenting, jaga fokus saat berkendara.

Stay safe on the road, guys!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI