Suara.com - Yamaha Fino hingga detik ini menjadi motor impian bagi para pengendara stylish terutama para kaum hawa.
Adapun sekarang ternyata adalah waktu yang paling tepat untuk membawa pulang Fino karena harga bekasnya makin bersahabat.
Motor bekas Yamaha Fino, terutama keluaran tahun 2018 mengalami penyesuaian harga yang signifikan di pasaran.
Harga sepadan dengan kelebihan
Harga Yamaha Fino (Fino 125) tahun 2018 di pasar motor bekas saat ini (Desember 2025) cukup bervariasi tergantung pada tipe (Premium, Sporty, atau Grande) serta daerah penjualan.
Secara umum, rentang harga nasional untuk unit tahun 2018 berada di angka Rp7.500.000 hingga Rp12.500.000.
Estimasi Harga Berdasarkan Tipe
- Fino 125 Sporty / Premium: Rp7.500.000 – Rp10.500.000.
- Fino 125 Grande (Varian Tertinggi): Rp9.000.000 – Rp12.500.000. (Tipe Grande biasanya lebih mahal karena memiliki fitur SSS (Stop & Start System) dan lampu LED).
Harga motor bekas, terutama Fino juga sangat dipengaruhi oleh populasi unit dan biaya mutasi atau surat-surat di daerah tertentu, yakni dengan detil rincian sebagai berikut.
- Jakarta (DKI): Rp7.150.000 – Rp9.500.000
- Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi): Rp7.500.000 – Rp9.250.000
- Bandung dan sekitarnya: Rp9.000.000 – Rp10.500.000
- Jawa Tengah (Semarang, Solo, Klaten): Rp10.500.000 – Rp12.200.000
- Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo): Rp11.500.000 – Rp12.500.000
- Luar Pulau Jawa (Makassar, Medan, dsb.): Rp12.000.000 – Rp13.500.000
Adapun dengan harga kompetitif tersebut, Fino tentu layak beli.
Salah satu alasan utama mengapa Fino 2018 tetap diminati adalah desain retro-modern yang sangat kuat.
Berbeda dengan skutik modern yang cenderung memiliki banyak sudut tajam dan agresif, Fino hadir dengan lekukan membulat yang elegan.
Visual tersebut memberikan kesan timeless atau tidak mudah terlihat ketinggalan zaman.
Pengguna tetap bisa tampil modis, baik untuk keperluan komuter harian maupun untuk sekadar "nongkrong" di akhir pekan.
Model 2018 juga sudah mengadopsi teknologi Blue Core 125cc. Teknologi tersebut dikenal karena karakternya yang bertenaga namun tetap hemat konsumsi bahan bakar.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi pendinginan dan minimnya gesekan, sehingga performa mesin tetap stabil meskipun digunakan dalam durasi yang lama.

Spesifikasi Fino 2018
- Jenis mesin: Air cooled, 4-stroke, SOHC
- Kapasitas mesin: 125 cc
- Sistem bahan bakar: Fuel injection (Blue Core)
- Daya maksimum: 7,0 kW (9,52 PS) / 8000 rpm
- Torsi maksimum: 9,6 N.m (0,98 kgf.m) / 5500 rpm
- Tipe kopling: Kering, centrifugal automatic
- Tipe transmisi: V-belt automatic
- Suspensi depan: Teleskopik
- Suspensi belakang: Unit swing
Fitur tambahan
- Tipe Grande memiliki fitur tambahan Stop and Start System (SSS) dan lampu depan LED yang tidak dimiliki tipe Sporty dan Premium pada tahun produksi 2018. Fitur SSS tersebut membantu mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti lebih dari lima detik, yang secara langsung berkontribusi pada penghematan bahan bakar yang lebih optimal.
- Sejak akhir 2017, Yamaha Fino 125 sudah dibekali dengan ban tipe tubeless dengan profil yang lebih lebar untuk stabilitas berkendara yang lebih baik.
Simulasi penggunaan bensin
Berikut adalah simulasi konsumsi bahan bakar (BBM) Yamaha Fino 125 tahun 2018 untuk memberikan gambaran seberapa hemat motor ini jika digunakan sebagai kendaraan harian.
Simulasi ini didasarkan pada rata-rata konsumsi BBM teknologi Blue Core yang berkisar antara 45 hingga 50 km per liter dalam kondisi mesin terawat.
Dasar Perhitungan
- Rata-rata konsumsi BBM: 47,5 km/liter (Angka moderat).
- Kapasitas tangki penuh: 4,2 liter.
- Jenis BBM: Pertalite atau Pertamax (Oktan 90/92).
Simulasi Jarak Tempuh per Tangki Penuh
Jika pengemudi mengisi bensin dari kondisi kosong hingga penuh (full tank), maka estimasi jarak yang bisa ditempuh adalah 4,2 liter x 47,5 km/liter = 199,5 km.
Berikut estimasi biaya dalam 22 hari pemakaian sesuai dengan jenis BBM.
- Estimasi biaya (Pertalite): 9,26 liter x Rp10.000 = Rp92.600
- Estimasi biaya (Pertamax): 9,26 liter x Rp12.950 = Rp119.917
Kontributor : Armand Ilham