Kendaraan listrik semakin populer karena manfaat lingkungannya dan biaya teknologi baterai yang semakin menurun.
Kelebihan:
- Emisi knalpot nol
- Biaya operasional lebih rendah
- Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
- Torsi instan untuk akselerasi cepat
Kekurangan:
- Jangkauan mengemudi terbatas (meskipun semakin membaik)
- Waktu pengisian bahan bakar lebih lama dibandingkan dengan kendaraan tradisional.
- Biaya penggantian baterai
Aturan 1:6:90: Dokumen internal Toyota, yang mengungkap esensi dari Aturan 1:6:90, telah mengguncang industri otomotif.
Pada intinya, aturan ini menyatakan bahwa dampak lingkungan yang dicapai oleh 90 kendaraan hybrid selama masa pakainya melampaui dampak lingkungan dari satu kendaraan listrik (EV) hingga 37 kali lipat.
Dengan memprioritaskan mobil hybrid, Toyota bertujuan untuk merevolusi praktik transportasi ramah lingkungan dan menyoroti efektivitas teknologi hybrid dalam mengurangi emisi karbon.
Keunggulan Memprioritaskan Kendaraan Hybrid
Kendaraan hybrid, yang diwakili oleh Prius ikonik Toyota, menawarkan alternatif yang menarik bagi mesin pembakaran internal tradisional dan sistem penggerak listrik murni.
Dengan mengintegrasikan mesin pembakaran internal dengan motor listrik secara mulus, mobil hybrid memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan emisi yang lebih rendah, menjadikannya solusi yang layak bagi konsumen yang sadar lingkungan.
Baca Juga: Mobil Sempat Alami Kerusakan, Pereli Indonesia Kunci Runner Up di Rally Dakar 2026
Selain itu, kendaraan hybrid mengatasi kekhawatiran umum yang terkait dengan kendaraan listrik, seperti jarak tempuh yang terbatas dan waktu pengisian bahan bakar yang lama, sehingga menawarkan pilihan yang praktis dan mudah diakses untuk transportasi berkelanjutan.
Itulah pengertian Toyota Rule 1:6:90 di dunia otomotif yang tengah diperbincangkan belakangan ini.
Kontributor : Damai Lestari