- Honda Jazz menang telak di tenaga mesin, namun Yaris unggul fitur keselamatan airbags.
- Harga bekas Jazz 'digoreng' tinggi karena langka, Yaris tawarkan value for money lebih logis.
- Kabin Yaris lebih senyap dan empuk, Jazz juara fleksibilitas kargo berkat Ultra Seat.
Suara.com - Pertarungan "El Classico" di dunia otomotif Indonesia tidak lain adalah Toyota Yaris melawan Honda Jazz. Meski Honda Jazz sudah resmi "suntik mati" sejak 2021 dan digantikan City Hatchback, pesonanya di pasar mobil bekas justru makin menjadi-jadi. Di sisi lain, Toyota Yaris terus bertahan dengan facelift yang membuatnya tampil makin modern.
Jika Anda memegang uang Rp200 jutaan dan bingung memilih, mari kita bedah secara brutal: mana yang paling efisien, irit, dan ramah di kantong untuk perawatan jangka panjang?
1. Adu Jantung Pacu: Siapa Lebih 'Gahar'?

Di atas kertas, Honda Jazz adalah monster kecil yang sulit dikalahkan.
- Honda Jazz: Mesin 1.500 cc-nya memuntahkan tenaga 118 hp dan torsi 145 Nm. Ini angka yang besar untuk mobil seukurannya. Karakter fun to drive sangat kental di sini.
- Toyota Yaris: Mesin 1.500 cc miliknya "hanya" bertenaga 105,5 hp dengan torsi 140,2 Nm.
Vonis Efisiensi:
Jika Anda mencari sensasi ngebut, Jazz pemenangnya. Namun, untuk stop-and-go di kemacetan Jakarta, transmisi CVT 7-percepatan milik Yaris terasa lebih halus menyalurkan tenaga.
Dalam pemakaian dalam kota yang santai, Yaris cenderung memberikan efisiensi BBM yang sangat bersaing karena karakter mesinnya yang tidak memancing pengemudi untuk "bejek gas" sedalam Jazz.
2. Kenyamanan vs Praktikalitas (Interior)
Ini adalah poin di mana "selera" berbicara.
Posisi Mengemudi: Honda Jazz menang telak dengan setir yang bisa Tilt & Telescopic (naik-turun & maju-mundur). Yaris? Sayangnya masih Tilt saja. Bagi pengemudi berpostur tinggi, Jazz jauh lebih ergonomis.
Kenyamanan: Toyota Yaris unggul di kekedapan kabin dan bantingan suspensi yang lebih empuk. Jazz terasa lebih stiff (keras) karena mengejar kestabilan, namun Yaris lebih memanjakan pinggang saat melewati jalan berlubang.

3. Dimensi dan Tampilan Luar
Uniknya, meski Yaris terlihat lebih "lebar" dan "panjang" (Panjang 4.145 mm vs Jazz 4.035 mm), kabin Honda Jazz terasa lebih lega berkat sihir penataan ruang Honda.
Namun, Yaris varian atas menang di fitur kekinian seperti lampu kabut LED (Jazz masih halogen) dan handle pintu krom yang memberi kesan mewah.
4. Adu Harga Bekas & Biaya Perawatan
Inilah faktor penentu bagi kaum mendang-mending.
Fenomena Harga Jazz: Sejak disuntik mati, harga bekas Honda Jazz (terutama kode bodi GK5) "digoreng" habis-habisan.
Unit tahun muda bisa menyentuh angka Rp250-280 juta, mendekati harga barunya dulu. Apakah worth it? Hanya jika Anda kolektor atau pecinta sejati VTEC.
Realita Harga Yaris: Depresiasi Toyota Yaris lebih normal. Anda bisa mendapatkan Yaris "Joker" (model 2018-2020) dengan harga yang lebih masuk akal dibanding Jazz tahun yang sama.
Biaya Perawatan: Sebagai dua raksasa Jepang, sparepart keduanya melimpah. Namun, persepsi umum di bengkel spesialis adalah kaki-kaki Toyota Yaris sedikit lebih "badak" dan murah perbaikannya dibanding Honda Jazz yang komponen kaki-kakinya kerap minta jajan lebih dulu jika sering hajar jalan rusak.
Siapa Pemenangnya?
Pilihlah Honda Jazz Bekas jika:
- Anda mengutamakan performa mesin (118 hp itu kencang!).
- Butuh bagasi fleksibel (jok belakang bisa dilipat rata lantai/Ultra Seat).
- Ingin mobil yang harga jual kembalinya sangat bertahan.
Pilihlah Toyota Yaris jika:
- Anda mencari kenyamanan suspensi dan kabin yang lebih senyap.
- Menginginkan fitur keselamatan lebih lengkap (opsi 7 airbags).
- Ingin mobil tahun muda dengan harga yang lebih value for money alias tidak "overprice".
Jadi, tim "H" tegak atau tim "T" miring? Pilihan ada di tangan dan saldo rekening Anda!