Suzuki Terdepak, Jual Pabrik ke Ford: Imbas Gempuran Mobil China?

Cesar Uji Tawakal

Senin, 26 Januari 2026 | 15:19 WIB
Suzuki Terdepak, Jual Pabrik ke Ford: Imbas Gempuran Mobil China?
Ilustrasi mobil Suzuki. (Foto: Suzuki)
  • Suzuki menjual pabrik Rayong di Thailand kepada Ford senilai US$3,9 miliar selama 30 tahun.
  • Suzuki menghentikan produksi lokal Thailand karena dominasi Jepang menurun akibat gempuran mobil listrik China.
  • Ford mengakuisisi pabrik tersebut untuk memperkuat rencana ekspansi produksi dan ekspor kendaraan di Asia Tenggara.

Suara.com - Industri otomotif global sedang mengalami pergeseran besar. Setelah kabar Nissan melepas pabriknya di Afrika Selatan ke Chery, kini giliran Suzuki yang resmi menjual pabriknya di Rayong, Thailand, kepada Ford.

Langkah ini menandai berakhirnya produksi Suzuki di Thailand setelah bertahun-tahun diterpa rumor dan penurunan performa.

Menurut laporan DSF kesepakatan ini sudah difinalisasi beberapa hari lalu. Ford akan membayar sekitar US$3,9 miliar atau setara Rp65,4 triliun (dihitung dengan kurs Rp16.770 per dolar AS) selama 30 tahun untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Pabrik Suzuki sendiri berdiri di lahan seluas 163 acre dengan bangunan pabrik 65.000 meter persegi.

Lokasinya sangat strategis karena berada tepat di sebelah fasilitas Ford Thailand Manufacturing, yang selama ini menjadi pusat produksi Ranger dan Everest di kawasan ASEAN.

Dengan akuisisi ini, Ford memperkuat rencana “Ford+” yang bertujuan menambah fleksibilitas jaringan produksi mereka di Asia Tenggara.

Suzuki Terdesak di Thailand

Menurut laporan, dominasi merek Jepang di Thailand memang terus menurun. Pada 2020, hampir 90 persen pasar otomotif Thailand dikuasai merek Jepang.

Namun, tahun lalu angkanya turun drastis menjadi di bawah 70 persen. Penyebab utamanya adalah gempuran mobil listrik asal China yang semakin populer dan menggantikan peran mobil kecil Jepang.

Suzuki sendiri sudah lama kesulitan di Thailand. Pabrik Rayong awalnya dibangun untuk memproduksi Swift, Ciaz, dan Celerio, sesuai program “eco-car” Thailand yang memberi insentif pajak untuk kendaraan rendah emisi.

Namun, seiring waktu, penjualan terus melemah. Kapasitas produksi pabrik mencapai 60.000 unit per tahun, tetapi pada 2024 hanya mampu menghasilkan 4.400 unit, alias hanya 10 persen dari kapasitas maksimal.

Fokus Baru Suzuki

Interior Suzuki Fronx (Suzuki Indonesia)
Interior mobil Suzuki. (Suzuki Indonesia)

Dengan penjualan ini, Suzuki resmi menghentikan produksi di Thailand. Namun, Suzuki Motor Thailand tetap beroperasi sebagai entitas bisnis, hanya saja fokusnya bergeser ke impor mobil CBU dari Jepang, India, dan Indonesia.

Suzuki juga berencana menghadirkan model hybrid untuk mendukung target netral karbon Thailand.

Sementara itu, operasi CKD (completely knocked down) akan dipusatkan di Indonesia dan India, dua pasar besar yang masih memberikan ruang bagi Suzuki untuk berkembang.

Ford Justru Menguat

Berbeda dengan Suzuki, laporan media Nation Thailand mengungkap bahwa Ford masih cukup stabil di Thailand. Pabrik Rayong menjadi kunci bagi Ford untuk mengekspor Ranger dan Everest ke ASEAN, Australia, dan Selandia Baru.

Dengan tambahan lahan dari Suzuki, Ford semakin memperkuat posisinya di kawasan yang sering disebut sebagai “Detroit of the East”.

Perwakilan Ford menyebut bahwa akuisisi ini menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Thailand sebagai hub ekspor utama di Asia Tenggara.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah gempuran mobil China, produsen Amerika masih melihat peluang besar di kawasan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Biaya Balik Nama Mobil? Pahami Dulu Syarat dan Prosesnya

Berapa Biaya Balik Nama Mobil? Pahami Dulu Syarat dan Prosesnya

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 13:58 WIB

4 Alasan Honda Jazz RS 2016 Disebut 'Mobil Penakluk Wanita', Pilihan Tepat Pemuda Pencari Jodoh

4 Alasan Honda Jazz RS 2016 Disebut 'Mobil Penakluk Wanita', Pilihan Tepat Pemuda Pencari Jodoh

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 12:09 WIB

Strategi Daihatsu Kejar Target Netral Karbon Lewat Investasi Pabrik dan Produk Ramah Lingkungan

Strategi Daihatsu Kejar Target Netral Karbon Lewat Investasi Pabrik dan Produk Ramah Lingkungan

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 11:52 WIB

5 Mobil SUV Daihatsu Bekas untuk Jangka Panjang, Mesin Bandel dan Murah Perawatan

5 Mobil SUV Daihatsu Bekas untuk Jangka Panjang, Mesin Bandel dan Murah Perawatan

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 10:21 WIB

Bedah Tuntas Mobil Irit Suzuki Bertampang Ala 'Mini Cooper', Wagon R Lewat Dulu

Bedah Tuntas Mobil Irit Suzuki Bertampang Ala 'Mini Cooper', Wagon R Lewat Dulu

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius

Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:35 WIB

Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid

Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:19 WIB

Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing

Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:05 WIB

Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali

Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB

Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC

Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:10 WIB

Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi

Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:02 WIB

Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci

Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:37 WIB

Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL

Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:29 WIB

Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya

Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:51 WIB

BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun

BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:49 WIB