Suzuki Menyerah dan Pilih Jual Pabrik Produksi ke Ford

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:04 WIB
Suzuki Menyerah dan Pilih Jual Pabrik Produksi ke Ford
Ilustrasi Logo Suzuki. (Foto: Suzuki)
Baca 10 detik
  • Suzuki resmi menjual fasilitas pabrik di Rayong, Thailand, kepada Ford Motor setelah menghentikan operasional akhir 2025.
  • Keputusan ini dipicu penjualan mobil subkompak yang rendah dan persaingan ketat dari produsen mobil China.
  • Penjualan ini mengindikasikan pergeseran kekuatan otomotif di Thailand, ditandai penurunan dominasi merek Jepang.

Suara.com - Suzuki Motor secara resmi memutuskan untuk menjual fasilitas pabrik produksi mereka di Thailand kepada raksasa otomotif Amerika Serikat Ford Motor.

Langkah ini diambil setelah operasional produksi Suzuki resmi dihentikan pada akhir tahun 2025 akibat tekanan hebat dari produsen mobil asal China yang kian agresif.

Juru bicara Suzuki menjelaskan bahwa keputusan tersebut dipicu oleh rendahnya angka penjualan mobil subkompak di Negeri Gajah Putih yang belum mencapai target perusahaan.

Berdasarkan data, volume penjualan Suzuki selama periode Januari hingga November 2025 merosot hingga 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Kami memutuskan untuk menjual (pabrik) karena mobil subkompak belum mencapai penetrasi yang diharapkan, dan juga dengan mempertimbangkan dampak penguatan baht dan faktor-faktor lainnya," ungkap perwakilan Suzuki sebagaimana dikutip dari Nikkei, Rabu (28 Januari 2025).

Pabrik yang terletak di Provinsi Rayong tersebut berdiri di atas lahan seluas 66 hektar dengan luas bangunan mencapai 65 ribu meter persegi. Lokasinya berada tepat di sebelah fasilitas produksi milik Ford. 

Interior Suzuki Fronx (Suzuki Indonesia)
Interior Suzuki Fronx (Suzuki Indonesia)

Meski nilai akuisisi tidak dipublikasikan ke publik Ford berencana memanfaatkan aset strategis ini untuk memperluas kapasitas produksi mereka di masa depan.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat adanya pergeseran peta kekuatan otomotif di Asia Tenggara khususnya Thailand. Dominasi pabrikan Jepang yang sempat menyentuh angka 90 persen pada tahun 2020 kini terus menyusut menjadi 69 persen. 

Sebaliknya brand asal China justru melesat dengan pangsa pasar yang tumbuh empat kali lipat hingga mencapai 21 persen pada tahun 2025.

Baca Juga: 6 Mobil Bekas Paling Irit Bensin, Pajak Murah, dan Perawatan Anti-Pusing untuk Usia 25-40 Tahun

Kondisi sulit ini tidak hanya dialami oleh Suzuki. Sejumlah pabrikan Jepang lainnya seperti Honda Nissan dan Mitsubishi juga mulai mengambil langkah efisiensi. Beberapa di antaranya memilih menggabungkan fasilitas produksi hingga menghentikan sementara operasional pabrik mereka di Thailand guna menghadapi gempuran kendaraan listrik dan produk kompetitif dari produsen China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI