- Sebuah Jetour T2 dilaporkan terbakar di bahu Tol Jagorawi pada Selasa, 3 Februari 2026, memicu spekulasi publik mengenai sumber apinya.
- Jetour T2 yang dijual di Indonesia tersedia dalam opsi mesin bensin (1.5L dan 2.0L Turbo) serta varian Plug-in Hybrid EV (C-DM).
- Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan pemicu api pasti, apakah berasal dari sistem kelistrikan standar atau kebocoran bahan bakar pada mobil tersebut.
Suara.com - Insiden mengejutkan baru saja terjadi di ruas Tol Jagorawi pada Selasa, 3 Februari 2026. Sebuah unit SUV kekar, Jetour T2, dilaporkan mengalami kebakaran hebat di bahu jalan.
Kejadian ini langsung memicu perdebatan hangat di kalangan netizen dan penggemar otomotif. Pertanyaan utamanya adalah: Apakah unit tersebut varian Jetour T2 bensin atau listrik?
Spekulasi liar bermunculan. Banyak yang mengira ini akibat thermal runaway pada baterai, mengingat tren kendaraan elektrifikasi yang sedang naik daun.
Namun, untuk memahami konteks keselamatan dan pilihan pembelian Anda, kita perlu membedah fakta spesifikasi sebenarnya dari mobil ini.
Kronologi dan Identifikasi Unit
Berdasarkan laporan lapangan, insiden ini tidak memakan korban jiwa. Namun, kondisi mobil yang hangus membuat identifikasi visual menjadi tantangan awal.
Mengutip pemberitaan terkini, unit yang terbakar di Tol Jagorawi tersebut telah teridentifikasi spesifikasinya.
Penting bagi pembaca untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa semua kebakaran mobil baru disebabkan oleh sistem kelistrikan atau baterai EV.
Pihak berwenang dan tim teknis sedang melakukan investigasi mendalam mengenai pemicu api, apakah dari kebocoran bahan bakar atau korsleting sistem elektrikal standar 12V.
Jetour T2 Mesin Bensin atau Listrik?
Untuk menjawab kebingungan publik mengenai Jetour T2 bensin atau listrik, kita harus melihat lini produk yang masuk ke Indonesia. Jetour T2 hadir dengan strategi multi-powertrain yang agresif.
Baca Juga: Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata
Berikut adalah pembagian spesifikasi Jetour T2:
1. Varian Bensin (Internal Combustion Engine)
Ini adalah varian yang paling dulu mengaspal dan kemungkinan besar populasinya paling banyak saat ini.
- Mesin 2.0 Turbo: Mengusung mesin 2.000 cc Turbocharged yang dikawinkan dengan transmisi 7-speed DCT. Varian ini memiliki penggerak 4WD (XWD) yang tangguh untuk off-road.
- Mesin 1.5 Turbo: Berdasarkan data pendaftaran kendaraan, varian 1.5 Turbo 4x2 juga terdaftar di Indonesia. Ini menjadi opsi entry level dengan harga yang berpotensi lebih murah, menyasar penggunaan dalam kota yang lebih efisien.
2. Varian Listrik (Plug-in Hybrid EV)
Jangan salah sangka, Jetour T2 juga memiliki varian elektrifikasi. Versi ini dikenal sebagai Jetour T2 C-DM (Plug-in Hybrid).
- Teknologi: Menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai yang cukup besar.
- Kemampuan: Mobil ini bisa berjalan dalam mode full electric untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih.
Versi PHEV ini memang dijadwalkan hadir dan meramaikan pasar Indonesia tahun ini. Kehadiran dua jenis penggerak inilah yang membuat masyarakat bingung saat melihat insiden di Jagorawi, apakah itu api bensin atau api baterai?