Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:10 WIB
Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata
Mobil listrik Xpeng Mona 03. (Xpeng)
baca 10 detik
  • Polandia sedang menyiapkan larangan mobil listrik China di zona militer karena tuduhan pengumpulan data sensitif.
  • Mobil listrik China dikhawatirkan mampu melakukan pemetaan 3D aktif melalui sensor canggih dan kamera resolusi tinggi.
  • Inggris sebelumnya telah membatasi akses kendaraan listrik China di zona militer akibat hak akses data oleh pemerintah China.

Suara.com - Isu keamanan data kembali menyeret teknologi asal China. Setelah sebelumnya Huawei dituduh jadi alat mata-mata, lalu TikTok dipaksa menjual kepemilikan di Amerika, kini giliran mobil listrik buatan China yang jadi sorotan.

Barat menuding kendaraan pintar asal Negeri Tirai Bambu berpotensi digunakan untuk mengumpulkan data sensitif.

Di Eropa, Polandia disebut tengah menyiapkan aturan yang melarang mobil listrik China masuk ke area militer. Langkah ini mengikuti jejak Inggris yang lebih dulu membatasi akses kendaraan tersebut di zona militer.

Kekhawatiran utamanya adalah kemampuan mobil modern yang dilengkapi kamera, radar, dan sensor canggih, sehingga bisa merekam data lokasi maupun kondisi lingkungan secara detail.

Sebuah studi di Polandia yang dimuat di Carscoops bahkan menyebut mobil listrik China sebagai "Smartphones on Wheels".

Penulis studi, Paulina Uznaska, menegaskan bahwa teknologi seperti kamera resolusi tinggi, sensor, dan sistem LiDAR mampu melakukan pemetaan 3D aktif.

Potensi penggunaannya untuk analisis intelijen dianggap sangat besar, sehingga menimbulkan risiko keamanan nasional.

Rencana Larangan di Polandia

General Wieslaw Kukula, Kepala Staf Umum Angkatan Darat Polandia, dikabarkan akan segera mengeluarkan arahan resmi untuk melarang mobil listrik China di semua instalasi militer, termasuk area parkir di sekitarnya.

baca juga

Kementerian Pertahanan Polandia juga mengonfirmasi sedang menyusun kebijakan terkait.

Larangan ini diperkirakan akan mencakup merek-merek populer seperti BYD, MG, Nio, Xpeng, dan Aiways, serta kendaraan lain yang menggunakan perangkat lunak atau sensor buatan China.

Harga mobil BYD (dok. BYD)
Mobil BYD (dok. BYD)

Kekhawatiran Lebih Luas

Isu ini tidak berhenti di area militer. Ada spekulasi bahwa pembatasan bisa diperluas ke infrastruktur penting lain, seperti bandara. Namun, kebijakan semacam itu harus dirancang hati-hati agar tidak melanggar hukum persaingan di Uni Eropa.

UK sendiri sudah menyoroti bahwa pemerintah China memiliki hak legal untuk mengakses data yang dikumpulkan oleh teknologi kendaraan buatan mereka. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa data sensitif bisa jatuh ke tangan pihak asing.

Tren Global

Mobil listrik asal China memang semakin banyak terlihat di jalanan Eropa. Harga kompetitif dan teknologi canggih membuatnya cepat populer.

Namun, popularitas ini justru memicu kekhawatiran baru. Barat menilai, di balik kecanggihan fitur seperti kamera 360 derajat, radar adaptif, hingga sistem navigasi pintar, ada potensi data yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau militer.

Dengan tudingan terbaru ini, mobil listrik China menghadapi tantangan besar di pasar global. Meski secara komersial mereka terus berkembang, isu keamanan data bisa menjadi penghalang serius dalam ekspansi ke negara-negara Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam

Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam

Otomotif | Senin, 02 Februari 2026 | 15:51 WIB

Nissan Bubuhkan Panel Surya di Bodi Mobil Listrik, Jarak Tempuh Nambah Berapa KM?

Nissan Bubuhkan Panel Surya di Bodi Mobil Listrik, Jarak Tempuh Nambah Berapa KM?

Otomotif | Senin, 02 Februari 2026 | 08:40 WIB

Gaya Maskulin Chery J6T Mobil Listrik Off Road Boxy yang Siap Terjang Berbagai Medan

Gaya Maskulin Chery J6T Mobil Listrik Off Road Boxy yang Siap Terjang Berbagai Medan

Otomotif | Minggu, 01 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sempat Laris, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Ultra Kini Hilang Pamor, Publik Tak Lagi FOMO?

Sempat Laris, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Ultra Kini Hilang Pamor, Publik Tak Lagi FOMO?

Otomotif | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:06 WIB

5 Jenis Pelat Nomor Kendaraan Listrik, Apa Bedanya Lis Biru pada Pelat Putih dan Hijau?

5 Jenis Pelat Nomor Kendaraan Listrik, Apa Bedanya Lis Biru pada Pelat Putih dan Hijau?

Otomotif | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Harga Pangan Nasional 18 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp93.150 per Kilogram

Harga Pangan Nasional 18 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp93.150 per Kilogram

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:33 WIB

Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya

Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya

Bali | Jum'at, 18 September 2026 | 09:32 WIB

Korea Utara Kirim Pesan ke Negara Tukang Kritik: Kami Punya Senjata Nuklir

Korea Utara Kirim Pesan ke Negara Tukang Kritik: Kami Punya Senjata Nuklir

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:28 WIB

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:25 WIB

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:19 WIB

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

×