- Masalah utama mobil listrik kini bergeser dari harga ke ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
- Lonjakan penggunaan charger melampaui kecepatan penambahan titik pengisian daya baru secara global.
- Memilih mobil dengan fitur pengisian cepat menjadi solusi menghadapi antrean di stasiun pengisian.
Suara.com - Perkembangan mobil listrik (EV) terus menunjukkan tren positif di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir.
Jika dahulu masyarakat ragu beralih ke EV karena harga yang selangit dan jarak tempuh yang terbatas, kini persoalan tersebut mulai teratasi.
Namun, muncul tantangan baru yang mulai terasa nyata bagi para pengguna: ketersediaan fasilitas pengisian daya.
Fokus industri kini bukan lagi sekadar menjual unit sebanyak-banyaknya, melainkan bagaimana memastikan kendaraan yang sudah beredar dapat mengisi daya dengan cepat dan nyaman tanpa harus mengantre lama.
Lonjakan Penggunaan vs Penambahan Fasilitas
Data terbaru dari ChargePoint, yang dikutip oleh Electrek, menunjukkan fenomena menarik. Penggunaan stasiun pengisian daya meningkat jauh lebih cepat dibandingkan penambahan jumlah charger baru.
Artinya, semakin banyak pengguna mobil listrik yang harus berbagi fasilitas yang jumlahnya belum tentu bertambah secepat pertumbuhan kendaraannya.
Dalam setahun terakhir saja, tercatat lebih dari 100 juta sesi pengisian daya terjadi di salah satu jaringan pengisian global.
Fenomena ini membuktikan bahwa mobil listrik kini semakin sering digunakan untuk aktivitas harian.
Bahkan, hampir 60 persen dari total jarak tempuh EV yang tercatat selama belasan tahun terakhir justru terjadi hanya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Meski penjualan global tumbuh 20 persen, pertumbuhan penggunaan charger ternyata melampaui angka tersebut.
Hal ini memberikan tekanan besar pada infrastruktur yang ada dan berpotensi menjadi tantangan serius bagi kenyamanan pengguna ke depan.
Rekomendasi Mobil Listrik dengan Teknologi Pengisian Cepat
Untuk menyiasati keterbatasan infrastruktur, memilih mobil dengan kemampuan pengisian daya cepat (Fast Charging) adalah langkah paling logis.
Berikut adalah beberapa rekomendasi mobil listrik di Indonesia yang unggul dalam hal kecepatan pengisian: