- Chery Tiggo 7 Pro meraih dua bintang perlindungan dewasa dari Global NCAP karena struktur tidak stabil dan kegagalan sistem kursi anak.
- Kendaraan ini gagal uji karena sistem penahan anak tidak terpasang baik dan tidak ada opsi penonaktifan airbag depan.
- Struktur bodi dinyatakan tidak stabil, dan pengujian benturan tiang samping batal akibat ketiadaan perlindungan kepala standar.
Suara.com - Temuan mengejutkan datang dari hasil uji tabrak terbaru Global New Car Assessment Program (NCAP) yang menyoroti hasil pengujian Chery Tiggo 7 Pro. Kendaraan yang bersaing di segmen SUV kompak ini hanya mendapat dua bintang saja untuk perlindungan penumpang dewasa dalam program Safer Cars For Africa.
Hasil tersebut memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif global mengingat Tiggo 7 Pro memiliki basis massa yang cukup besar di pasar negara berkembang. Perolehan dua bintang dianggap sangat jauh dari ekspektasi standar keselamatan kendaraan modern saat ini. Sementara itu untuk perlindungan penumpang anak mobil ini meraih tiga bintang namun tetap menyisakan catatan kritis yang sangat serius.
Laporan pengujian menunjukkan kelemahan fatal pada sistem pemasangan Child Restraint System yang gagal pada seluruh posisi kursi depan dengan orientasi menghadap ke belakang. Lebih mengkhawatirkan lagi tidak tersedia opsi untuk menonaktifkan airbag penumpang depan saat kursi bayi dipasang menghadap belakang yang secara otomatis meningkatkan risiko fatalitas bagi anak dalam situasi benturan.
Struktur kendaraan juga tidak luput dari kritik tajam tim penguji Global NCAP. Area footwell dan bodyshell dinyatakan tidak stabil serta dinilai tidak sanggup menahan beban tambahan jika terjadi benturan yang lebih keras. Pengujian benturan tiang samping bahkan tidak dapat dilakukan karena mobil ini tidak dilengkapi perlindungan kepala standar baik untuk baris depan maupun belakang.
Ketidakhadiran fitur perlindungan kepala ini membuka potensi cedera serius pada area vital saat terjadi tabrakan samping dengan objek statis seperti tiang atau pohon. Global NCAP juga menyentil strategi komunikasi publik yang menggunakan data hasil pengujian dari pasar negara lain untuk membangun citra aman di wilayah yang berbeda karena standar keselamatan setiap pasar tidak bisa disamaratakan.
Chief Executive Officer Global NCAP Richard Woods menyebut hasil dua bintang tersebut sebagai capaian yang sangat mengecewakan.
"Hasil dua bintang untuk Tiggo 7 Pro sangat mengecewakan, dan semakin diperparah oleh publikasi informasi uji tabrak dari pasar lain yang berpotensi menyesatkan," ujarnya, dikutip Senin (23/2/2026).
Woods bahkan menuntut adanya transparansi agar konsumen mendapatkan informasi keselamatan yang akurat sebelum memutuskan membeli kendaraan.
Kekecewaan serupa diutarakan Chief Executive Officer Automobile Association of South Africa Bobby Ramagwede yang memandang keselamatan bukanlah sebuah fitur opsional yang dibedakan antar wilayah. Ia berpendapat “Tidak seharusnya keselamatan menjadi fitur opsional atau hanya tersedia di pasar tertentu,” katanya.
Baca Juga: Diam-Diam Harga Chery J6T Sudah Naik Rp 20 Juta Setelah Insentif Mobil Listrik Berakhir
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi produsen otomotif untuk tidak memberikan standar perlindungan yang berbeda antar negara. Temuan Global NCAP mempertegas pentingnya regulasi yang lebih kuat serta komitmen nyata dari pabrikan dalam menghadirkan fitur keselamatan yang konsisten bagi seluruh konsumen di berbagai pasar dunia.