- Pemerintah berencana mengimpor 105.000 mobil dari India senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Koperasi Merah Putih.
- Kebijakan ini memicu polemik karena industri otomotif domestik masih memiliki jutaan kapasitas produksi yang menganggur.
- Impor beralasan ekonomi ini berisiko memunculkan masalah ketersediaan suku cadang serta merugikan industri manufaktur lokal.
Berdasarkan laporan media otomotif Carandbike, penarikan kembali tersebut dilakukan untuk inspeksi serta penggantian pipa fluida yang diduga mengalami perakitan kurang tepat.
Perusahaan menyebut langkah ini sebagai tindakan proaktif yang dijalankan sesuai kode sukarela vehicle recall serta dilakukan tanpa biaya bagi konsumen.
Selain itu, pada periode berbeda Mahindra juga melakukan penarikan sekitar 600 unit kendaraan yang diproduksi di fasilitas Nashik. Penarikan tersebut berkaitan dengan dugaan keausan dini komponen mesin akibat kemungkinan penggunaan bahan bakar terkontaminasi pada batch produksi tertentu.