Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 23 Februari 2026 | 13:34 WIB
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)
baca 10 detik
  • Kadin Indonesia memprotes rencana impor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk Koperasi Desa.
  • Kadin menyatakan impor kendaraan utuh (CBU) ini kontradiktif dan berpotensi mematikan investasi serta industri komponen otomotif nasional.
  • Saleh Husin mengimbau Presiden Prabowo membatalkan impor tersebut demi menguatkan agenda industrialisasi dan Tingkat Komponen Dalam Negeri.

Suara.com - Kadin Indonesia melayangkan protes keras dan mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk segera membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India. Proyek senilai Rp 24,66 triliun ini ditujukan untuk operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih namun dianggap sebagai langkah mundur bagi agenda industrialisasi nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menegaskan bahwa impor mobil dalam bentuk utuh atau CBU berpotensi mematikan investasi yang sudah ada di tanah air. Mantan Menteri Perindustrian ini menilai kebijakan tersebut sangat kontradiktif dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah.

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” ujar Saleh Husin pada Minggu 22 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa industri komponen lokal seperti produsen mesin, ban, aki, hingga sasis akan terpukul hebat jika pasar didominasi produk impor.

Menurut Saleh, penguatan produksi komponen lokal sangat krusial untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja.

“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah,” papar Saleh.

Saat ini PT Agrinas Pangan Nusantara disebut tengah merealisasikan impor ratusan ribu kendaraan dari Mahindra dan Tata Motors secara bertahap sepanjang 2026. Padahal produsen otomotif dalam negeri seperti Suzuki, Mitsubishi, Isuzu, hingga Toyota memiliki kapasitas produksi pikap nasional yang mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.

Kadin memandang kebijakan ini sebagai ancaman serius bagi ekosistem manufaktur yang sedang tumbuh. “Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” tegas Saleh Husin.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah berupaya keras menarik investasi asing untuk membangun pabrik di dalam negeri sehingga regulasi yang ada seharusnya melindungi aset tersebut.

baca juga

Meskipun secara regulasi perdagangan impor mobil CBU tidak dilarang, namun dari sisi kebijakan industri hal ini dianggap mencederai semangat kemandirian ekonomi. Namun secara kebijakan industri, pemerintah tetap harus berhati-hati agar pembangunan koperasi desa tidak justru melemahkan utilisasi pabrik otomotif dalam negeri.

Kadin juga menyoroti perlunya sinkronisasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian agar visi besar Presiden Prabowo dalam membangun industri dalam negeri tidak tergerus oleh kebijakan perdagangan yang terlalu longgar.

“Sinkronisasi antara Kemendag dan Kemenperin menjadi ujian awal konsistensi pemerintah dalam menjalankan visi industrialisasi,” pungkas Saleh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Kendaraan India Koperasi Merah Putih Mengancam Nasib Ribuan Buruh Industri Otomotif

Impor Kendaraan India Koperasi Merah Putih Mengancam Nasib Ribuan Buruh Industri Otomotif

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 11:10 WIB

Agrinas Impor Pikap India saat Industri Otomotif Lokal Berjuang Hindari PHK

Agrinas Impor Pikap India saat Industri Otomotif Lokal Berjuang Hindari PHK

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:31 WIB

BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap dan Truk India saat Industri Otomotif Indonesia Berdarah-darah

BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap dan Truk India saat Industri Otomotif Indonesia Berdarah-darah

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 20:23 WIB

Terkini

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!

Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:24 WIB

3 Pilihan Skin Tint dengan Hasil Akhir Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak

3 Pilihan Skin Tint dengan Hasil Akhir Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur

Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Bagaimana Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis?

Bagaimana Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Gerindra Buka Suara Usai MA Batalkan Suket SMA Gibran: Selesaikan Secara Konstitusional

Gerindra Buka Suara Usai MA Batalkan Suket SMA Gibran: Selesaikan Secara Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

×