Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo

M Nurhadi

Senin, 23 Februari 2026 | 14:20 WIB
Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo
Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota berfoto bersama Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Agrinas sepakat mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. [Tata Motors]
baca 10 detik
  • PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105.000 kendaraan komersial dari India untuk operasional KDKMP.
  • Wakil Ketua Baleg DPR RI menegur keras rencana BUMN tersebut pada Sabtu, 21 Februari 2026.
  • Langkah ini dinilai bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo yang memprioritaskan kemandirian industri otomotif lokal.

Suara.com - Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang berencana mendatangkan ratusan ribu unit kendaraan komersial dari India menuai polemik di Senayan.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, A Iman Sukri, memberikan teguran keras terhadap anak perusahaan BUMN tersebut karena dinilai tidak sejalan dengan visi kemandirian industri nasional.

Rencana tersebut dianggap kontradiktif dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang gencar mempromosikan kendaraan buatan lokal, seperti Maung, sebagai mobil dinas pejabat negara demi menumbuhkan kebanggaan nasional.

Iman Sukri menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius agar Indonesia mampu mandiri secara otomotif dalam kurun waktu tiga tahun.

Oleh karena itu, wacana impor dari kementerian atau instansi plat merah dipandang sebagai langkah mundur.

"Presiden sangat bangga memakai produk lokal dan meminta pejabat menggunakan Maung. Ini adalah bentuk komitmen penggunaan produk dalam negeri. Sangat mengherankan jika masih ada pihak yang justru mewacanakan impor kendaraan asing," ujar Iman dalam pernyataan resminya, Sabtu (21/2/2026).

Iman menambahkan, pemerintah sebenarnya telah mengalokasikan lahan dan anggaran khusus untuk mendongkrak kapasitas pabrik otomotif domestik.

Tujuannya jelas: membangun kepercayaan diri bahwa Indonesia sanggup memproduksi kendaraan bermutu tinggi.

Salah satu poin keberatan utama Baleg DPR adalah fakta bahwa industri otomotif dalam negeri saat ini masih memiliki kapasitas produksi yang sangat memadai.

baca juga

Berdasarkan data, kemampuan produksi nasional mampu mencapai angka 2,5 juta unit per tahun, termasuk untuk jenis kendaraan niaga ringan seperti pikap.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa rencana impor ini dianggap tidak mendesak:

  • Produk Unggulan: Kendaraan niaga jenis pikap merupakan salah satu andalan industri lokal yang bahkan sudah menembus pasar ekspor.
  • Kapasitas Terpasang: Masih banyak kapasitas pabrik di Indonesia yang belum terpakai sepenuhnya (idle capacity).
  • Pelanggaran Regulasi: Iman menyebut rencana impor ini berpotensi menabrak UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tekanan serta melemahnya daya beli masyarakat, Iman mengingatkan BUMN agar lebih selektif dalam menggunakan uang rakyat.

Belanja negara seharusnya memberikan multiplier effect atau dampak berganda bagi ekonomi di dalam negeri, bukan justru menguntungkan industri luar negeri.

"BUMN harus ekstra hati-hati. Jangan sampai pengeluaran besar ini hanya menguntungkan kelompok tertentu saja," tegas politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sebagai informasi, PT Agrinas berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan dari dua raksasa otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal

Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 13:34 WIB

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Video | Senin, 23 Februari 2026 | 12:40 WIB

Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!

Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 11:20 WIB

Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!

Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:01 WIB

Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS

Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 21:40 WIB

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 20:46 WIB

Terkini

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

Bali | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×