- Impor 105.000 pickup India senilai Rp24,66 triliun berpotensi besar mengancam industri otomotif lokal.
- Kapasitas produksi nasional mencapai 400.000 unit per tahun dengan TKDN lebih dari 40%.
- Harga pickup buatan lokal dari merek Jepang hingga China sangat kompetitif di bawah Rp200 juta.
Harga Kompetitif: Deretan Pickup Lokal di Bawah Rp 200 Juta
Jika alasan impor adalah faktor perekonomian, produk lokal nyatanya sangat kompetitif.
Rata-rata mobil pikap rakitan dalam negeri dijual dengan harga di bawah Rp200 juta.
Berikut adalah daftar harga kendaraan niaga ringan yang diproduksi di Indonesia:
Daihatsu Gran Max (Pilihan andalan dengan muatan luas)
![Daihatsu GRAND MAX PICK UP. [Daihatsu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/26/24522-daihatsu-grand-max-pick-up.jpg)
- PU 1.3 STD FH E4: Rp167.050.000
- PU 1.5 STD MC: Rp173.050.000
Suzuki Carry (Rajanya pikap dengan jaringan servis terluas)

- Carry Flat-Deck STD: Rp170.700.000
- Carry Wide-Deck STD: Rp171.800.000
- Carry Flat-Deck AC-PS: Rp178.700.000
- Carry Wide-Deck AC-PS: Rp179.600.000
Mitsubishi L300 (Sang legenda mesin diesel tangguh)

- L300 Cab Chassis: Rp239.100.000
- L300 Flat Deck: Rp241.600.000
DFSK (Penantang asal China dengan harga super miring)
![DFSK Supercab. [DFSK]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/15/73512-dfsk-supercab.jpg)
- DFSK Supercab 1.5L Bensin AC: Rp158.500.000
Wuling (Inovasi modern dengan bak super lega)

- Wuling Formo Max: Rp168.000.000
Melihat ketersediaan unit, kapasitas produksi, tingginya komponen lokal (TKDN), hingga harga yang sangat ramah di kantong, industri otomotif Indonesia sejatinya sudah lebih dari siap memenuhi kebutuhan operasional nasional, termasuk untuk Koperasi Desa.
Mengutamakan produk rakitan lokal bukan hanya soal menghemat devisa negara, tetapi juga menjaga roda ekonomi pekerja pabrik otomotif di Indonesia tetap berputar, sekaligus menjamin kemudahan perawatan kendaraan jangka panjang bagi para penggunanya di desa-desa.