Jangan Sampai Batal Mudik Lebaran 2026! Kenali 5 Penyebab Mesin Motor Overheat

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:46 WIB
Jangan Sampai Batal Mudik Lebaran 2026! Kenali 5 Penyebab Mesin Motor Overheat
Ilustrasi indikator di speedometer menyala (Dok. Asmo)
Baca 10 detik
  • Indikator suhu menyala merah adalah tanda pasti mesin motor mengalami overheat atau panas berlebih. 
  • Cairan pendingin habis dan kipas radiator mati merupakan penyebab utama suhu mesin cepat naik. 
  • Segera matikan mesin saat indikator menyala, lalu periksa volume cairan pendingin sebelum melanjutkan perjalanan.

Suara.com - Momen mudik Lebaran 2026 sebentar lagi tiba. Perjalanan panjang menuju kampung halaman tentu menjadi tradisi yang paling dinanti. Namun, bayangkan situasi ini: Anda sedang berkendara di tengah teriknya matahari, terjebak kemacetan jalur mudik, lalu tiba-tiba lampu merah berlogo termometer di panel speedometer menyala terang. Kepanikan pasti langsung melanda, bukan?

Bagi Anda yang berencana mudik menggunakan sepeda motor tahun ini, lampu indikator tersebut wajib dipahami.

Gambar termometer yang terendam air itu adalah indikator temperatur mesin.

Jika lampu ini menyala, itu bukan peringatan biasa, melainkan teguran keras bahwa motor Anda sedang mengalami overheat (kepanasan) dan telah melewati batas suhu kerja yang ideal.

Jika dipaksakan untuk terus membelah jalur mudik, risiko turun mesin siap menanti Anda.

Agar perjalanan Lebaran 2026 tidak berujung tangisan di pinggir jalan, mari kenali penyebab dan cara tepat menanganinya!

5 Biang Kerok Motor Overheat Saat Perjalanan Jauh

Air Coolant motor Honda (Dok. Asmo)
Air Coolant motor Honda (Dok. Asmo)

Menurut tips Ala Honda Istimewa dari tim Astra Motor Yogyakarta, kondisi overheat di tengah perjalanan mudik umumnya disebabkan oleh 5 masalah teknis berikut:

  • Cairan Pendingin (Coolant) Habis: Ini adalah musuh utama pemudik. Jarak tempuh yang jauh memeras tenaga mesin. Jika cairan pendingin kurang dari standar, panas mesin tidak akan bisa diredam dengan maksimal.
  • Kipas Radiator Mati: Terjebak macet berjam-jam butuh sistem pendinginan ekstra. Kipas radiator bertugas meniup udara untuk mendinginkan coolant. Jika kipas ini mati, cairan akan ikut mendidih.
  • Thermostat Macet: Komponen ini bekerja layaknya pintu air. Jika rusak dan tidak mau terbuka saat suhu memanas, sirkulasi cairan pendingin akan terhenti total.
  • Sensor Suhu Bermasalah: Terkadang, kondisi mesin sebenarnya aman. Namun, debu atau getaran selama perjalanan panjang bisa membuat sensor membaca data dengan keliru, sehingga lampu indikator menyala tanpa sebab.
  • Pompa Cairan (Water Pump) Jebol: Percuma saja coolant terisi penuh di tangki jika pompanya rusak. Cairan tersebut tidak akan sampai ke dinding silinder mesin untuk melakukan tugas pendinginannya.

Langkah Penyelamatan Cepat di Tengah Jalur Mudik

Baca Juga: 5 Tips Sederhana Mengelola THR agar Tidak Sekadar Numpang Lewat

Jika indikator merah menyala di tengah perjalanan Lebaran 2026, jangan terus mengegas motor Anda. Lakukan pertolongan pertama berikut ini:

  1. Segera Menepi ke Rest Area: Matikan mesin dan bawa motor ke tempat yang teduh. Biarkan suhu mesin turun dan mendingin dengan sendirinya.
  2. Cek Kebocoran: Setelah mesin sedikit dingin, intip bagian selang radiator. Pastikan tidak ada rembesan, retakan, atau tetesan cairan di kolong motor.
  3. Periksa Tangki Reservoir: Cek volume cairan pendingin. Jika berada di bawah batas minimal (Low), segera isi dengan cairan khusus radiator (coolant) hingga batas aman (Upper).
  4. Lanjutkan dengan Aman: Jika cairan sudah diisi dan tidak ditemukan kebocoran, sepeda motor biasanya sudah kembali aman untuk dihidupkan.

Persiapan Adalah Kunci Mudik Tenang

Jika indikator lampu tetap membandel menyala setelah Anda melakukan pengisian cairan, segera bawa motor ke bengkel terdekat di rute mudik Anda. Jangan mengambil risiko!

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta, Danang Priyo Kumoro, mengingatkan para pemudik untuk tidak menyepelekan hal ini.

"Jika temperatur mesin dibiarkan dalam kondisi melebihi suhu kerja ideal secara terus menerus, maka dapat menyebabkan komponen dinding silinder, piston, dan stang piston rusak sehingga perlu perbaikan secara menyeluruh (turun mesin)," tegas Danang.

Maka dari itu, sebelum melibas aspal mudik Lebaran 2026, pastikan pengecekan sistem pendingin mesin masuk ke dalam daftar wajib servis Anda.

Perawatan berkala adalah investasi terbaik demi menjaga kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Selamat merencanakan mudik, dan tetap berhati-hati di jalan!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI