- PT Agrinas memborong puluhan ribu Tata Yodha untuk operasional Koperasi Merah Putih di Indonesia.
- Tata Yodha unggul di medan berat berkat sasis kuat, mesin diesel, dan penggerak 4x4.
- Esemka Bima tawarkan kepraktisan logistik perkotaan dengan bak kargo luas dan harga sangat kompetitif.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari manuver PT Agrinas Pangan Nusantara yang memborong 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih. Dari puluhan ribu armada tersebut, nama Tata Yodha Pick Up (sebanyak 35.000 unit) sukses menyita perhatian publik. Pasalnya, mobil ini dibekali spesifikasi "badak" berpenggerak 4x4 namun dikabarkan memiliki banderol harga miring di kisaran Rp150 jutaan saja.
Namun tunggu dulu! Di rentang harga yang sama, Indonesia sebenarnya memiliki "kuda beban" kebanggaan lokal yang diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah, yakni Esemka Bima.
Kendaraan niaga andalan UMKM ini juga tak kalah menarik secara fungsionalitas.
Jika disandingkan sebagai armada bisnis dengan budget setara, mana yang sebaiknya dipilih? Mari kita bedah komparasi ekstrem antara Tata Yodha dan Esemka Bima!
1. Adu Jantung Pacu: Mesin Diesel Torsi Raksasa vs Bensin Lincah

Di atas kertas, kedua pikap ini lahir dengan filosofi mesin yang sangat berbeda.
Tata Yodha dibekali mesin diesel berkapasitas 2.2 liter Direct Injection (DI) yang menghasilkan tenaga 100 dk.
Senjata utama Yodha dari Tata Motors ini ada pada torsi puncaknya yang mencapai 250 Nm dan sudah meledak di putaran bawah (1.000–2.500 rpm).
Karakter mesin ini sangat digemari untuk merayap di tanjakan curam sambil membawa beban overload.
Sementara itu, Esemka Bima (khususnya varian 1.3) menggendong mesin bensin 1.3 liter DOHC 16-katup yang memuntahkan tenaga 84 dk.
Meski torsinya tidak sebesar Yodha, mesin bensin Bima sangat lincah, halus, minim getaran, dan efisien untuk pemakaian stop-and-go di kontur jalan perkotaan.
2. Sasis dan Habitat Tempur: Medan Ekstrem vs Logistik Perkotaan

Tata Yodha dirancang khusus untuk kondisi jalan tak terduga. Sasisnya tebal dengan suspensi per daun (leaf spring) kaku, serta hadir dengan opsi sistem penggerak 4x4.
Hal ini membuat Yodha nyaris tanpa celah jika disiksa di jalur lumpur perkebunan, area pertanian, hingga pelosok desa.
Di sisi lain, Esemka Bima menganut penggerak roda belakang (RWD) 4x2 yang sangat stabil di aspal.