Suara.com - PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mengimpor 105 ribu unit pick up dari India sebagai kendaraan pendukung Koperasi Merah Putih, salah satu program Presiden Prabowo.
Menariknya, ada beberapa jenis pick up yang dipilih, salah satunya merupakan Mahindra Scorpio yang akan hadir sejumlah 35 ribu unit.
Menariknya, ini menuai tanya publik yang menganggap bahwa nama tersebut kurang meyakinkan, kalah populer dari Suzuki Carry atau Daihatsu Gran Max.
Persaingan kendaraan niaga ringan di Indonesia selalu menarik untuk dibahas. Di segmen pikap bak terbuka, nama Suzuki Carry sudah lama mendominasi pasar, terutama untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran Mahindra Scorpio Pik Up mulai mencuri perhatian, khususnya di sektor perkebunan, pertambangan, dan proyek konstruksi. Salah satu aspek yang paling sering dibandingkan adalah daya angkut.
Jika dilihat dari spesifikasi dan karakter kendaraan, Mahindra Scorpio Pik Up memang unggul cukup jauh dibandingkan Suzuki Carry.
Secara segmentasi, Suzuki Carry bermain di kelas pikap ringan dengan fokus pada distribusi dalam kota dan usaha mikro.
Kendaraan ini dirancang untuk mobilitas lincah di jalan sempit, konsumsi bahan bakar efisien, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau.
Sebaliknya, Mahindra Scorpio Pik Up berada di kelas yang lebih tinggi dengan konstruksi yang lebih kokoh dan dimensi yang lebih besar. Mobil ini lebih mendekati kategori pikap pekerja berat yang biasa digunakan di area proyek atau medan semi-off-road.
Baca Juga: DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India
Perbedaan kelas ini otomatis berdampak pada kapasitas muatan yang mampu dibawa masing-masing kendaraan.
Kapasitas Muatan dan Konstruksi Rangka: Beda Kelas, Beda Kasta
Mahindra Scorpio Pik Up dibekali sasis ladder frame tebal yang dirancang untuk membawa beban berat secara konsisten. Kapasitas angkutnya bisa mencapai kisaran 1,2 ton hingga 1,5 ton tergantung varian
Angka ini jelas berada di atas Suzuki Carry pikap yang umumnya memiliki daya angkut sekitar 1 ton.
Secara hitungan kasar, selisih 200–500 kilogram sangat signifikan dalam operasional harian, terutama untuk usaha yang mengangkut material bangunan, hasil bumi, atau perlengkapan proyek.
Selain kapasitas beban, dimensi bak Mahindra Scorpio juga cenderung lebih besar dan lebih kuat untuk membawa muatan dalam volume lebih banyak.
Struktur suspensi belakangnya dirancang untuk menopang beban berat tanpa mudah amblas. Sementara itu, Suzuki Carry memang kuat untuk kelasnya, tetapi tetap dirancang dengan kompromi antara daya angkut dan kenyamanan penggunaan di jalan perkotaan.
Keunggulan daya angkut Mahindra Scorpio tidak lepas dari dukungan mesin diesel berkapasitas besar dengan torsi melimpah.
Mesin diesel pada Scorpio Pik Up menghasilkan tenaga dan torsi yang lebih besar dibandingkan Carry, yang sebagian besar menggunakan mesin bensin 1.5 liter. Torsi besar sangat penting saat kendaraan membawa beban penuh, terutama ketika harus melewati tanjakan atau jalan tanah yang tidak rata.
Dengan karakter mesin diesel yang fokus pada tenaga bawah, Mahindra Scorpio lebih stabil saat mengangkut muatan berat dalam jarak jauh. Suzuki Carry tetap mampu membawa beban maksimalnya, tetapi performanya lebih optimal untuk distribusi ringan hingga menengah di area datar dan perkotaan.
Maklum, dari segi positioning, Mahindra Scorpio berada di antara Mitsubishi Triton dan L300, beda kelas dari Suzuki Carry yang berada di kelas mobil niaga under Rp200 juta.
Sebaliknya, Suzuki Carry lebih cocok untuk jalanan beraspal atau semi-rusak. Dengan bodi yang lebih ringkas dan bobot lebih ringan, Carry unggul dalam kelincahan, tetapi tidak dirancang untuk pekerjaan ekstrem dalam jangka panjang.
Meski unggul dalam daya angkut, Mahindra Scorpio Pik Up tentu memiliki harga beli dan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan Suzuki Carry. Oleh karena itu, pemilihan kendaraan sangat bergantung pada kebutuhan usaha. Jika usaha membutuhkan pengangkutan rutin dengan beban berat dan medan menantang, maka Scorpio menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun jika kebutuhan lebih banyak pada distribusi harian dalam kota dengan muatan standar, Suzuki Carry masih menjadi solusi ekonomis.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa keunggulan Mahindra Scorpio dalam daya angkut memang nyata dan signifikan. Dengan kapasitas lebih besar, mesin diesel bertorsi tinggi, serta konstruksi rangka yang lebih kokoh, Scorpio Pik Up menawarkan performa yang unggul jauh dibandingkan Suzuki Carry dalam konteks pekerjaan berat. Pada akhirnya, keputusan tetap kembali pada skala dan karakter usaha masing-masing pengguna.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni