- Geely menyiagakan sebelas diler resmi di lokasi strategis untuk mendukung layanan purna jual selama musim mudik Lebaran 2026.
- Layanan mencakup perbaikan darurat, istirahat, dan pengisian daya kendaraan listrik bekerja sama dengan pihak PLN.
- Polri memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terbagi dua gelombang karena berdekatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Suara.com - Persiapan matang mulai dilakukan para produsen otomotif menjelang musim mudik Lebaran 2026 demi menjamin kenyamanan perjalanan jarak jauh para pelanggan. Salah satu yang menunjukkan keseriusannya adalah Geely dengan menyiagakan jaringan diler resmi mereka di berbagai titik strategis Indonesia.
Pabrikan ini memutuskan untuk tetap membuka 11 outlet resmi mereka guna melayani berbagai kebutuhan konsumen yang melintas di jalur mudik. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen layanan purna jual bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.
“Kami telah menyiapkan 11 outlet untuk tetap buka. Jadi mereka tetap melayani pelanggan yang mengalami masalah selama perjalanan atau sekadar beristirahat serta mengisi daya kendaraan,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, di sela penyerahan Geely EX2, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Meskipun belum menyediakan posko mudik khusus, pihak Geely menilai kehadiran 11 diler siaga sudah sangat cukup untuk memenuhi layanan darurat maupun perawatan ringan. Selain itu perusahaan juga fokus pada ketersediaan daya bagi pengguna kendaraan listrik agar perjalanan tetap lancar tanpa kendala baterai.
“Sementara itu, kami sudah bekerja sama dengan PLN untuk memastikan ketersediaan daya selama musim mudik 2026 sehingga diharapkan pelanggan tidak perlu khawatir saat melakukan pengisian daya,” tambahnya.
Kesiapan infrastruktur ini menjadi sangat krusial mengingat Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi adanya fenomena unik pada tahun ini. Puncak arus mudik dan balik diperkirakan terbagi menjadi dua gelombang karena jadwalnya bertepatan dengan masa libur Hari Raya Nyepi.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Wakapolri Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14 hingga 15 Maret sedangkan gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret 2026.
"Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026," ujar Dedi dalam konferensi pers di PTIK Jakarta Selatan.