Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM

Agatha Vidya Nariswari | Gagah Radhitya Widiaseno | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 18:27 WIB
Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM
Ilustrasi mobil dinas listrik. [Ist]
  • Konflik Timur Tengah memicu krisis energi, memaksa negara melakukan penghematan besar pada operasional pemerintahan.
  • Pakistan tarik enam puluh persen kendaraan dinas dan potong kuota bahan bakar minyak aparatur negara.
  • Prabowo berencana melarang pembelian mobil dinas baru serta mengkaji pembatasan mobilitas pejabat lewat sistem WFH.

Suara.com - Eskalasi konflik geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah kini bukan sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman nyata bagi kantong negara-negara di seluruh dunia. Ancaman krisis energi global dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak terkendali memaksa banyak pemerintahan menarik "rem darurat". Sabuk pengaman ekonomi harus dikencangkan sedemikian rupa demi mencegah jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menariknya, dalam menghadapi badai ekonomi ini, kemewahan fasilitas birokrasi menjadi sasaran empuk pemangkasan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah lebih dulu mengambil tindakan ekstrem yang membuat para birokratnya "turun mesin".

Kini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dilaporkan tengah membidik langkah serupa. Di kedua negara ini, sektor otomotif di lingkup pemerintahan dipastikan menjadi korban pertama dari kebijakan efisiensi massal.

Perbandingan Strategi Penghematan Pakistan dan Indonesia

Meski sama-sama membidik sektor otomotif pemerintahan dan mobilitas pejabat sebagai sasaran utama penghematan energi, pendekatan Pakistan dan Indonesia memiliki perbedaan yang mencolok dalam fase pelaksanaannya.

Berikut adalah perbandingan langkah kedua negara:

Sifat dan Target Kebijakan:

  • Pakistan: Mengambil langkah represif dan instan sebagai respons darurat atas lonjakan drastis harga BBM (hingga 55 Rupee per liter).
  • Indonesia: Cenderung bersifat preventif dan strategis. Langkah Presiden Prabowo merupakan wacana dan instruksi antisipasi untuk menjaga stabilitas APBN sebelum krisis semakin memburuk.

Pengelolaan Kendaraan Dinas:

  • Pakistan: Melakukan penyitaan paksa secara masif. Sebanyak 60 persen kendaraan operasional negara ditarik dan dilarang mengaspal selama dua bulan penuh, ditambah moratorium pembelian mobil baru.
  • Indonesia: Memilih jalur penghentian belanja fasilitas non-mendesak. Terdapat wacana larangan mutlak pembelian mobil dinas baru (termasuk AC), namun tanpa harus menyita kendaraan fisik yang saat ini sudah beroperasi.

Efisiensi Kuota BBM Pejabat:

  • Pakistan: Menyunat kuota BBM kendaraan dinas yang tersisa hingga 50 persen. Langkah ini diawasi dengan sangat ketat oleh auditor pihak ketiga agar tidak ada kecurangan.
  • Indonesia: Lebih menekankan pada instruksi penghematan internal. Presiden menginstruksikan seluruh jajaran kementerian untuk menekan angka konsumsi BBM nasional guna melindungi ekonomi negara.

Skema Jam Kerja dan Mobilitas:

  • Pakistan: Memangkas hari kerja aparatur pemerintah menjadi hanya empat hari sepekan guna menekan pergerakan secara frontal.
  • Indonesia: Mengkaji opsi yang adaptif dengan menjadikan Pakistan sebagai role model, yakni rencana penerapan skema 50 persen Work From Home (WFH). Skema ini dinilai ampuh menekan mobilitas birokrasi secara drastis di jalanan.

Langkah Nyata Pakistan: "Turun Mesin" Massal di Lingkungan Pemerintahan

Apa yang terjadi di Pakistan adalah contoh nyata bagaimana negara memprioritaskan keselamatan ekonomi di atas fasilitas pejabat.

Dilansir dari The Times Of India, lLarangan mutlak bagi instansi pemerintah untuk membeli kendaraan baru diberlakukan tanpa pandang bulu. Seluruh anggaran peremajaan armada dinas dibekukan sepenuhnya.

Tidak hanya menahan pembelian mobil baru, pemerintah Pakistan bahkan membatasi pergerakan fisik para pegawai negerinya melalui pemangkasan hari kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Gaji Menteri dan Anggota DPR RI, Ada Wacana Bakal Dipangkas Presiden Prabowo

Intip Gaji Menteri dan Anggota DPR RI, Ada Wacana Bakal Dipangkas Presiden Prabowo

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 17:43 WIB

Prabowo Kaji Efisiensi Anggaran ala Pakistan, Potong Gaji Anggota DPR dan Kabinet

Prabowo Kaji Efisiensi Anggaran ala Pakistan, Potong Gaji Anggota DPR dan Kabinet

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:08 WIB

DPR Siap Dukung Kebijakan Efisiensi Prabowo, Termasuk WFH dan Pemotongan Gaji Pejabat

DPR Siap Dukung Kebijakan Efisiensi Prabowo, Termasuk WFH dan Pemotongan Gaji Pejabat

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Pilihan Mobil Bekas Satset Pengganti KRL, Irit BBM Untuk Harian

Pilihan Mobil Bekas Satset Pengganti KRL, Irit BBM Untuk Harian

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 10:22 WIB

Pertamina Siap Genjot E20: Ubi, Jagung, dan Tebu Siap Jadi Santapan Mobil dan Motor

Pertamina Siap Genjot E20: Ubi, Jagung, dan Tebu Siap Jadi Santapan Mobil dan Motor

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 10:13 WIB

Apakah Ada Motor yang Pakai Solar? Ini 5 Motor Diesel Paling Populer

Apakah Ada Motor yang Pakai Solar? Ini 5 Motor Diesel Paling Populer

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 08:50 WIB

Menolak Punah, Mazda 2 Hidup Lagi Pakai Mesin Hybrid Yaris

Menolak Punah, Mazda 2 Hidup Lagi Pakai Mesin Hybrid Yaris

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 08:34 WIB

Terpopuler: Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Isi Garasi Menteri PPPA Arifah Fauzi

Terpopuler: Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Isi Garasi Menteri PPPA Arifah Fauzi

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 06:50 WIB

5 Pilihan Sepeda Listrik Gunung Murah Dibawah Rp1 Jutaan

5 Pilihan Sepeda Listrik Gunung Murah Dibawah Rp1 Jutaan

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 21:17 WIB

Mitsubishi New Pajero Sport Tawarkan Standar Baru SUV Mewah untuk Segala Medan

Mitsubishi New Pajero Sport Tawarkan Standar Baru SUV Mewah untuk Segala Medan

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 21:10 WIB

Tanpa Rangka eSAF, Skutik Baru Honda Ini Pakai Dek Rata Rasa PCX Mewah

Tanpa Rangka eSAF, Skutik Baru Honda Ini Pakai Dek Rata Rasa PCX Mewah

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 19:35 WIB

BYD M6 PHEV Tertangkap Kamera di Jakarta Menjadi Sinyal Ancaman Baru Segmen MPV

BYD M6 PHEV Tertangkap Kamera di Jakarta Menjadi Sinyal Ancaman Baru Segmen MPV

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 19:15 WIB

Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?

Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 18:05 WIB