Suara.com - Mudik Lebaran yang menjadi momen bahagia bagi keluarga kerap menjadi petaka dengan adanya segudang perkara teknis, termasuk ban mobil pecah.
Kejadian ban mobil pecah kerap terjadi saat mobil atau kendaraan untuk mudik digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan dengan kecepatan tinggi.
Adapun momen kerap terjadi ban pecah adalah kala melewati jalan tol ratusan kilometer saat arus mudik.
Ban pecah dapat mengakibatkan petaka dan kecelakaan lalu lintas ketika terjadi kala mobil melaju kencang.
Tak hanya berhenti di situ, perbaikannya juga tak murah serta berpotensi mengganggu arus lalu lintas kala mobil harus dievakuasi.
Fenomena ban pecah tentu dapat dicegah dengan beberapa upaya teknis dari pemudik.
Kenali penyebab dan cara pencegahan ban pecah berikut.
Penyebab ban pecah kala mudik
- Tekanan udara yang rendah
Fenomena ban pecah saat arus mudik sering kali menjadi risiko yang mengintai akibat akumulasi panas berlebih pada karet ban.
Saat melaju konstan di jalan tol yang panjang, gesekan antara ban dan permukaan aspal yang panas menciptakan suhu ekstrem.
Penyebab paling krusial adalah tekanan udara yang rendah atau kurang angin.
Ketika ban kekurangan tekanan, dinding samping ban akan melentur secara berlebihan atau mengalami defleksi hebat.
Gerakan terus-menerus ini merusak struktur kawat di dalam ban hingga akhirnya robek secara mendadak.
- Beban muatan berlebih
Selain itu, beban muatan yang berlebih menjadi faktor pemicu yang sering diabaikan.
Tradisi mudik yang membawa banyak barang bawaan serta penumpang tambahan membuat ban bekerja melampaui batas kemampuan maksimalnya.
Tekanan beban ini, jika bertemu dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan, akan mempercepat kerusakan struktur ban yang sudah mengalami kelelahan.
- Fisik ban yang sudah berumur atau tua
Terakhir, kondisi fisik ban yang sudah berumur atau adanya keretakan halus pada dinding ban membuat material karet tidak lagi elastis.
Hal ini menyebabkan ban tidak mampu menahan tekanan udara yang memuai akibat panas, sehingga mengakibatkan pecah ban yang fatal di tengah perjalanan.
Pencegahan ban pecah saat di perjalanan mudik
Menjaga keselamatan selama perjalanan mudik dapat dimulai dari perawatan ban yang disiplin.
Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
- Menyesuaikan tekanan udara standar
Selalu pastikan tekanan angin berada pada angka yang direkomendasikan pabrikan, biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi.
Tekanan yang tepat memastikan luas tapak ban yang menempel di aspal tetap ideal, sehingga distribusi panas merata dan risiko dinding ban robek dapat diminimalisir secara efektif.
- Melakukan rotasi dan pengecekan fisik
Periksalah seluruh permukaan ban untuk memastikan tidak ada benjolan, retakan, atau benda tajam yang menempel.
Melakukan rotasi ban secara berkala juga membantu meratakan tingkat keausan, sehingga tidak ada satu ban yang menanggung beban lebih berat dibandingkan ban lainnya saat dipacu di jalan tol.
- Memperhatikan batas kecepatan dan muatan
Selalu patuhi batas kecepatan di jalan tol dan jangan memaksakan kendaraan membawa beban yang melampaui kapasitas angkut.
Kecepatan yang terkontrol membantu menjaga suhu ban tetap stabil, sementara muatan yang proporsional menjaga agar integritas struktur ban tidak terancam selama perjalanan jauh.
- Memanfaatkan waktu istirahat di rest area
Manfaatkan waktu istirahat setiap 3 hingga 4 jam sekali bukan hanya untuk pengemudi, tetapi juga untuk kendaraan.
Berhenti sejenak di tempat yang teduh memberikan kesempatan bagi material karet ban untuk mendinginkan suhunya secara alami sebelum kembali bergesekan dengan aspal panas di sisa perjalanan.
Kontributor : Armand Ilham