Huawei dan Chery luncurkan Luxeed V9 dengan jarak tempuh 1.250 kilometer.
Model Luxeed S7 dan R7 2026 kini dilengkapi sensor LiDAR canggih.
Sistem Huawei Qiankun ADS 4.0 tingkatkan keamanan fitur kemudi otonom pintar.
Suara.com - Huawei dan Chery menggebrak pasar mobil listrik pintar di China dengan Luxeed edisi 2026.
Perusahaan mengenalkan tiga model sekaligus yaitu Luxeed S7, Luxeed R7, dan Luxeed V9.
Model tertinggi atau Luxeed V9 kabarnya bakal tersedia untuk pasar global dengan jarak tempuh hingga 1.250 kilometer.
Sayang, rincian harga V9 masih belum terungkap ke publik. Luxeed S7 dan Luxeed R7 2026 sendiri merupakan versi peningkatan dibanding edisi tahun lalu.
Kedua mobil listrik tersebut lebih mahal 10.000 yuan atau Rp25 juta. Harga Luxeed S7 2026 dibanderol mulai dari 239.800 yuan atau Rp 590 juta di China.
Luxeed R7 2026 mempunyai harga lebih mahal, tembus 259.800 yuan atau Rp639 juta.

Meskipun harga sedan Luxeed S7 dan SUV Luxeed R7 terbaru mengalami kenaikan sebesar 10.000 yuan, ada alasan kuat di baliknya.
Mengutip ArenaEV, peningkatan harga tersebut dialokasikan untuk teknologi yang benar-benar mengubah permainan. Semua varian kini dibekali sensor LiDAR 896-channel canggih dari Huawei.
Anggap saja ini "mata laser" super detail yang memetakan lingkungan sekitar mobil, menjadi kunci utama untuk fitur keselamatan dan kemampuan kemudi otonom.
Otak di balik semua ini adalah sistem Huawei Qiankun ADS 4.0, software terbaru yang dirancang untuk membuat pengalaman menyetir terasa lebih aman dan futuristik.
Untuk menarik perhatian generasi muda, Luxeed tidak lupa soal estetika. Dua pilihan warna baru yang berani, oranye dan ungu, ditambahkan ke dalam palet.
Di tengah lautan mobil berwarna monoton, sebuah SUV ungu jelas akan membuat pemiliknya stand out di parkiran.
Ini adalah sentuhan simpel namun efektif untuk menargetkan konsumen yang bosan dengan pilihan konvensional.

Tidak hanya memperbarui model, kolaborasi Chery-Huawei juga memperkenalkan anggota keluarga baru yang bongsor: Luxeed V9.
MPV mewah tersebut menjadi yang pertama di bawah bendera Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) Huawei.