Mitos atau Fakta? Pajak Mobil Hybrid Lebih Mahal Ketimbang Kendaraan Bensin

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 30 Maret 2026 | 15:58 WIB
Mitos atau Fakta? Pajak Mobil Hybrid Lebih Mahal Ketimbang Kendaraan Bensin
Mitos Atau Fakta? Pajak Mobil Hybrid Lebih Mahal Ketimbang Kendaraan Bensin (Antara)
baca 10 detik
  • Skema pajak mobil kini berbasis emisi karbon, sangat menguntungkan kendaraan dengan gas buang rendah.
  • Pajak tahunan hybrid terasa mahal akibat tingginya Nilai Jual Kendaraan Bermotor dibanding mobil konvensional. 
  • Pemilik mobil hybrid mendapatkan berbagai insentif menarik seperti bebas aturan ganjil genap di kota besar

Suara.com - Banyak orang tertarik beralih ke mobil hybrid karena efisiensi bahan bakar yang luar biasa, namun sering kali ragu saat memikirkan besaran pajak tahunannya. Padahal, memahami skema pajak kendaraan berteknologi ganda ini sangat penting agar Anda tidak termakan mitos yang beredar.

Perdebatan mengenai kendaraan elektrifikasi sering kali hanya mentok pada seberapa irit bensin yang digunakan.

Banyak calon pembeli mundur teratur karena asumsi bahwa teknologi mutakhir pada mobil hybrid (HEV) otomatis akan membuat tagihan pajak ke negara ikut membengkak.

Padahal, struktur pajak otomotif di Indonesia telah mengalami perombakan besar demi mendukung pelestarian lingkungan.

Agar tidak bingung, mari kita bedah satu per satu bagaimana sebenarnya perbandingan beban pajak mobil hybrid dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional (ICE).

1. Selamat Tinggal Pajak Kapasitas Mesin, Halo Pajak Emisi!

Zaman dahulu, tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) murni dihitung berdasarkan bentuk bodi dan besaran cc mesin.

Namun, paradigma ini telah bergeser sejak berlakunya PP Nomor 74 Tahun 2021. Kini, pemerintah menerapkan skema Carbon Tax atau pajak berbasis emisi gas buang.

Dalam aturan baru ini, kendaraan dengan emisi rendah mendapat "karpet merah".

baca juga

Mobil bensin konvensional umumnya dikenakan tarif PPnBM mulai dari 15 persen ke atas. Sebaliknya, mobil hybrid justru mendapat keistimewaan dengan tarif PPnBM hanya di kisaran 6 persen hingga 7 persen.

Secara teori, potongan pajak penjualan ini sangat membantu menekan harga On-The-Road (OTR) untuk menutupi mahalnya biaya komponen baterai ganda. Jadi, untuk urusan pajak pembelian, mobil hybrid jelas menang telak!

2. Misteri Pajak Tahunan (PKB) yang Terasa Lebih Mahal

Jika pajak penjualannya murah, kenapa tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di STNK sering kali nominalnya lebih besar? Jawabannya ada pada variabel Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Mobil hybrid menggendong dua mesin (motor listrik dan mesin bensin) beserta baterai, sehingga harga dasar (aset) mobil ini secara otomatis lebih tinggi dibandingkan mobil bensin di kelas yang sama.

PKB dihitung dari persentase kepemilikan (misalnya 2 persen) dikalikan dengan NJKB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP

Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:08 WIB

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:04 WIB

Cara Baru Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Ingat Batas Waktu Maksimal 31 Maret 2026

Cara Baru Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Ingat Batas Waktu Maksimal 31 Maret 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir

Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Iran Jadi Negara Pertama Ucapkan HUT RI ke-81: Semoga Allah SWT Limpahkan Kebahagiaan

Iran Jadi Negara Pertama Ucapkan HUT RI ke-81: Semoga Allah SWT Limpahkan Kebahagiaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Efek Samping Menanam Pohon Jambu di Depan Rumah Menurut Feng Shui

Efek Samping Menanam Pohon Jambu di Depan Rumah Menurut Feng Shui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027

Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren

Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan

Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:39 WIB

6 Sepeda MTB yang Enteng Buat Nanjak, Rasio Gigi Spesial untuk Gowes Ekstrem

6 Sepeda MTB yang Enteng Buat Nanjak, Rasio Gigi Spesial untuk Gowes Ekstrem

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:34 WIB

Tren Mobil Listrik Perlahan Lampaui Penjualan Mobil Bensin

Tren Mobil Listrik Perlahan Lampaui Penjualan Mobil Bensin

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah

Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:28 WIB

×