4. Honda Supra X 125

- Rasio kompresi: sekitar 9,3 : 1
- Rekomendasi: Pertalite
Mesinnya awet dan efisien, tapi tidak membutuhkan oktan tinggi untuk performa optimal.
Estimasi harga bekas mulai Rp5 jutaan.
5. Yamaha Mio Series (lama)

- Rasio kompresi: sekitar 9–9,5 : 1
- Rekomendasi: Pertalite
Motor matic generasi awal Yamaha ini termasuk kategori kompresi rendah.
Estimasi harga bekas mulai Rp3 jutaan.
6. Yamaha Jupiter Z / Jupiter MX lama

- Rasio kompresi: sekitar 9–9,3 : 1
- Rekomendasi: Pertalite
Walaupun terkenal kencang di zamannya, kompresinya masih belum cukup untuk membutuhkan Pertamax.
Estimasi harga bekas mulai Rp4,5 jutaan
7. Honda Blade / Mega Pro lama

- Rasio kompresi: sekitar 9–9,5 : 1
- Rekomendasi: Pertalite
Motor ini lebih cocok dengan BBM standar karena karakter mesinnya tidak tinggi kompresi.
Estimasi harga bekas mulai Rp4,5 jutaan
Catatan Penting: Boleh Pakai Pertamax, Asalkan
Perlu dipahami, bukan berarti dilarang menggunakan Pertamax di motor-motor di atas. Namun:
- Tidak ada peningkatan performa signifikan
- Tidak lebih irit
- Hanya menambah biaya operasional
Bahkan dalam banyak kasus, pengguna hanya “membayar lebih mahal” tanpa keuntungan nyata.
Kapan Motor Wajib Pakai Pertamax?
Sebagai perbandingan, motor yang memang butuh Pertamax biasanya punya ciri:
- Kompresi mesin di atas 10:1
- Mesin injeksi modern
- Performa tinggi
Contohnya seperti: Honda PCX 150, Yamaha NMAX, Yamaha Aerox, Honda ADV 150.
Tidak semua motor cocok pakai Pertamax. Justru banyak motor harian di Indonesia yang lebih ideal menggunakan Pertalite karena kompresinya masih rendah. Intinya cek rasio kompresi motor Anda serta ikuti rekomendasi pabrikan. Dengan memilih bahan bakar yang tepat, mesin motor akan lebih awet, irit, dan performanya tetap optimal.