7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM!

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:44 WIB
7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM!
7 Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax, Jangan Sampai Salah Isi BBM! (Freepik)

Suara.com - Banyak orang berpikir bahwa menggunakan Pertamax (RON 92) selalu lebih bagus untuk motor. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.

Setiap motor memiliki rasio kompresi mesin berbeda, dan inilah yang menentukan jenis bahan bakar yang paling ideal.

Jika salah memilih BBM, efeknya bisa membuat mesin tidak optimal, bahkan boros tanpa manfaat berarti.

Secara umum panduannya adalah sebagai berikut:

  • Kompresi 9:1 – 10:1, cocok Pertalite (RON 90)
  • Kompresi 10:1 – 11:1, cocok Pertamax (RON 92)
  • Kompresi >11:1, butuh BBM oktan lebih tinggi

Itu artinya, motor dengan kompresi rendah justru kurang cocok pakai Pertamax, karena pembakarannya tidak optimal.

Kenapa Motor Kompresi Rendah Tidak Cocok Pakai Pertamax?

Menggunakan Pertamax di motor yang tidak membutuhkan bisa menimbulkan beberapa hal:

  • Pembakaran tidak maksimal
  • Tenaga tidak meningkat signifikan
  • Lebih boros biaya tanpa manfaat
  • Respons mesin terasa “biasa saja”

Secara teknis, BBM oktan tinggi seperti Pertamax butuh tekanan dan suhu lebih tinggi agar terbakar sempurna. Jika mesin tidak mencapainya, performa justru tidak optimal.

Daftar Motor yang Kurang Cocok Pakai Pertamax

Berikut daftar motor yang umumnya lebih ideal menggunakan Pertalite dibanding Pertamax, berdasarkan rasio kompresinya:

1. Honda BeAT (karburator & FI awal)

Honda beat (olx)
Honda beat (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9,2 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Motor ini sangat populer di Indonesia, tapi kompresinya tergolong rendah. Menggunakan Pertamax tidak memberikan peningkatan signifikan.

Estimasi harga bekas mulai Rp4,5 juta.

2. Honda Scoopy (generasi lama)

Honda scoopy (olx)
Honda scoopy (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9,5 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Scoopy lama dirancang untuk efisiensi harian, bukan performa tinggi, sehingga tidak membutuhkan BBM oktan tinggi.

Estimasi harga bekas mulai Rp5 jutaan.

3. Honda Revo Series

Honda revo (olx)
Honda revo (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9,3 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Motor bebek ini terkenal irit dan bandel, tapi tidak dirancang untuk Pertamax.

Estimasi harga bekas Rp2,5 - 9,5 jutaan.

4. Honda Supra X 125

Supra x (olx)
Supra x (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9,3 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Mesinnya awet dan efisien, tapi tidak membutuhkan oktan tinggi untuk performa optimal.

Estimasi harga bekas mulai Rp5 jutaan.

5. Yamaha Mio Series (lama)

Yamaha mio (olx)
Yamaha mio (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9–9,5 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Motor matic generasi awal Yamaha ini termasuk kategori kompresi rendah.

Estimasi harga bekas mulai Rp3 jutaan.

6. Yamaha Jupiter Z / Jupiter MX lama

Jupiter z (olx)
Jupiter z (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9–9,3 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Walaupun terkenal kencang di zamannya, kompresinya masih belum cukup untuk membutuhkan Pertamax.

Estimasi harga bekas mulai Rp4,5 jutaan

7. Honda Blade / Mega Pro lama

Honda blade (olx)
Honda blade (olx)
  • Rasio kompresi: sekitar 9–9,5 : 1
  • Rekomendasi: Pertalite

Motor ini lebih cocok dengan BBM standar karena karakter mesinnya tidak tinggi kompresi.

Estimasi harga bekas mulai Rp4,5 jutaan

Catatan Penting: Boleh Pakai Pertamax, Asalkan

Perlu dipahami, bukan berarti dilarang menggunakan Pertamax di motor-motor di atas. Namun:

  • Tidak ada peningkatan performa signifikan
  • Tidak lebih irit
  • Hanya menambah biaya operasional

Bahkan dalam banyak kasus, pengguna hanya “membayar lebih mahal” tanpa keuntungan nyata.

Kapan Motor Wajib Pakai Pertamax?

Sebagai perbandingan, motor yang memang butuh Pertamax biasanya punya ciri:

  • Kompresi mesin di atas 10:1
  • Mesin injeksi modern
  • Performa tinggi

Contohnya seperti: Honda PCX 150, Yamaha NMAX, Yamaha Aerox, Honda ADV 150.

Tidak semua motor cocok pakai Pertamax. Justru banyak motor harian di Indonesia yang lebih ideal menggunakan Pertalite karena kompresinya masih rendah. Intinya cek rasio kompresi motor Anda serta ikuti rekomendasi pabrikan. Dengan memilih bahan bakar yang tepat, mesin motor akan lebih awet, irit, dan performanya tetap optimal.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Irit BBM dan Awet Jangka Panjang

6 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Irit BBM dan Awet Jangka Panjang

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:30 WIB

5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik

5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:25 WIB

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:05 WIB

Pesona Motor Sport Yamaha yang Kini Tampilan Ala Fazzio, Masuk Indonesia Gak Nih?

Pesona Motor Sport Yamaha yang Kini Tampilan Ala Fazzio, Masuk Indonesia Gak Nih?

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:12 WIB

Terkini

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

6 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Irit BBM dan Awet Jangka Panjang

6 Pilihan Mobil Diesel Bekas yang Irit BBM dan Awet Jangka Panjang

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:30 WIB

5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik

5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:25 WIB

Pesona Motor Sport Yamaha yang Kini Tampilan Ala Fazzio, Masuk Indonesia Gak Nih?

Pesona Motor Sport Yamaha yang Kini Tampilan Ala Fazzio, Masuk Indonesia Gak Nih?

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:12 WIB

5 Pilihan Motor Honda Super Irit, Paling Pas Hadapi Kenaikan BBM

5 Pilihan Motor Honda Super Irit, Paling Pas Hadapi Kenaikan BBM

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:37 WIB

Cara Menyetel Karburator Motor agar Irit Bensin, Jadi Lebih Hemat BBM

Cara Menyetel Karburator Motor agar Irit Bensin, Jadi Lebih Hemat BBM

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:05 WIB

Harga Pertalite Mau Naik? Suzuki S-Presso Malah Makin Jadi Rebutan Gara-gara Ini

Harga Pertalite Mau Naik? Suzuki S-Presso Malah Makin Jadi Rebutan Gara-gara Ini

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:05 WIB

Ini 3 Jenis dan Rekomendasi Compound Mobil yang Bagus untuk Hilangkan Baret

Ini 3 Jenis dan Rekomendasi Compound Mobil yang Bagus untuk Hilangkan Baret

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:02 WIB

7 Komponen Mobil yang Wajib Dicek agar Irit Bensin sebelum 1 April 2026

7 Komponen Mobil yang Wajib Dicek agar Irit Bensin sebelum 1 April 2026

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:40 WIB

Heboh Isu Aturan Baru BBM: Jatah Pertalite Mobil Pribadi Dibatasi Cuma Rp500 Ribu Sehari

Heboh Isu Aturan Baru BBM: Jatah Pertalite Mobil Pribadi Dibatasi Cuma Rp500 Ribu Sehari

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:38 WIB