Beda Nasib! Pasokan BBM Malaysia Sekarat, Harga di Indonesia Aman Hingga Akhir 2026

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 08 April 2026 | 08:40 WIB
Beda Nasib! Pasokan BBM Malaysia Sekarat, Harga di Indonesia Aman Hingga Akhir 2026
Beda Nasib! Pasokan BBM Malaysia Sekarat, Harga di Indonesia Aman Hingga Akhir 2026 (freepik)
baca 10 detik
  • Pasokan BBM Malaysia diprediksi hanya cukup sampai Mei akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran. 
  • Menkeu pastikan harga BBM subsidi di Indonesia tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
  • Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skenario matang meski harga minyak mentah dunia tembus 100 dollar.

Suara.com - Memasuki April 2026, krisis energi global mulai memukul pasokan BBM negara tetangga seperti Malaysia, sementara nasib harga bahan bakar di Indonesia justru menemui titik terang.

Perbedaan mencolok ini terjadi akibat strategi kedua negara dalam merespons memanasnya konflik Timur Tengah yang berujung pada blokade Selat Hormuz.

Di saat masyarakat Indonesia bisa bernapas lega, Malaysia justru sedang dilanda ketidakpastian. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru-baru ini secara blak-blakan mengakui kondisi genting yang dihadapi negaranya.

Pasokan bahan bakar mereka yang dikelola Petronas ternyata hanya dipastikan aman hingga Mei mendatang.

"Petronas kini murni jadi importir, kita harus beli minyak dari luar. Pasokan untuk April dan Mei memang cukup, tapi untuk bulan Juni kondisinya masih belum pasti," ujar Anwar saat meresmikan Program Madani Rakyat Perak belum lama ini.

Pernyataan ini jelas mematahkan anggapan bahwa Malaysia kebal dari krisis energi karena berstatus sebagai negara penghasil minyak.

Nyatanya, produksi minyak mentah domestik negeri jiran itu terus merosot akibat sumur-sumur minyak yang sudah menua.

Presiden dan CEO Grup Petronas, Tan Sri Tengku Muhammad Taufik membeberkan realita pahit. Dulu di era 90-an, Malaysia sanggup memproduksi lebih dari 700.000 barel per hari. Namun kini, angkanya anjlok ke kisaran 350.000 barel per hari.

Padahal, sistem kilang Petronas butuh setidaknya 700.000 barel setiap harinya hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal.

baca juga

Jalan keluarnya? Mereka terpaksa impor besar-besaran di tengah rute pelayaran Selat Hormuz yang sedang diblokade Iran.

Bagaimana dengan Indonesia?

Harga BBM Pertamina Tidak Jadi Naik, Apakah Shell, BP, Mobil Vivo Naik? (Freepik)
Harga BBM Pertamina Tidak Jadi Naik, Apakah Shell, BP, Mobil Vivo Naik? (Freepik)

Berbanding terbalik dengan kepanikan di negeri seberang, pemerintah Indonesia ternyata sudah memasang kuda-kuda yang jauh lebih kokoh.

Alih-alih cemas soal stok, pemerintah justru maju memberikan jaminan harga bagi warganya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga penghujung tahun 2026. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi daya beli masyarakat luas.

"Jadi untuk yang bersubsidi, sampai akhir tahun dipastikan aman. Masyarakat tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung semuanya," tegas Menkeu Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Ketegasan pemerintah RI ini bukan sekadar janji manis tanpa dasar. Kementerian Keuangan rupanya sudah menyiapkan simulasi berlapis untuk menahan guncangan harga minyak dunia.

Tim ekonomi telah menghitung matang skenario dari level wajar 80 dollar AS per barel, hingga skenario terburuk jika harga minyak meroket tajam ke angka 100 dollar AS per barel.

Meski beban subsidi otomatis membengkak jika harga minyak dunia terus naik, pemerintah menilai defisit anggaran APBN masih sangat sehat.

Angkanya diproyeksikan hanya menyentuh 2,92 persen dari PDB, yang berarti masih berada di bawah batas zona bahaya 3 persen.

"Asumsi terburuk di 100 dollar AS sudah kita siapkan. Jadi mitigasi kita sudah berlapis-lapis," tambahnya.

Keputusan Indonesia untuk menahan harga BBM di saat Malaysia terpaksa berjibaku mencari pasokan impor membuktikan perbedaan mendasar prioritas fiskal kedua negara.

Di tengah pusaran konflik Timur Tengah yang mengerek biaya impor, langkah menjaga daya beli dan konsumsi rumah tangga tetap stabil kini menjadi benteng utama ekonomi Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:01 WIB

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Update Harga Plastik April 2026, Naik Drastis Imbas Isu Geopolitik

Update Harga Plastik April 2026, Naik Drastis Imbas Isu Geopolitik

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 06:05 WIB

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×