- BGN memborong ribuan motor listrik Emmo beranggaran triliunan rupiah untuk operasional program MBG.
- Emmo JVH Max menawarkan performa buas berkecepatan 90 km/jam dengan jarak tempuh 70 kilometer.
- Meski dimensinya lebih mungil, Honda EM1 e: punya kualitas teruji seharga empat puluhan juta.
Daya Tahan Baterai dan Kaki-Kaki
Sebagai kendaraan operasional yang dituntut serba cepat, Emmo JVH Max menawarkan kapasitas baterai jumbo 72v 30Ah dengan daya jelajah hingga 70 kilometer dalam sekali jalan.
Menariknya, motor ini punya fitur fast charging di mana pengisian dari 30% ke 80% terasa instan, dan pengisian penuh dari nol hanya butuh waktu sekitar 2 jam.
Sementara itu, baterai Lithium-ion 50,26 V (29,4 Ah) milik Honda EM1 e: butuh waktu sekitar 6 jam untuk diisi penuh dari titik nol, dengan jarak tempuh standar di angka 41,1 km.
Namun, Honda sedikit tertolong oleh teknologi baterai lepas-pasang (swapable) yang andal jika infrastrukturnya tersedia.
Urusan kaki-kaki dan kenyamanan, kedua kubu membawa gaya masing-masing. Emmo JVH Max tampil pede dengan ban tubeless belang (16 inci depan, 14 inci belakang) dipadu pengereman double disc alias cakram depan belakang dengan sistem CBS.
Joknya didesain ergonomis berbalut kulit sintetis dan jahitan merah sporty, ditambah suspensi ganda di belakang untuk meredam beban berat.
Honda EM1 e: tak mau kalah dengan suspensi teleskopik depan, ban berukuran 12 inci di depan dan 10 inci di belakang, serta rem cakram depan berpadu tromol belakang yang juga sudah mengadopsi Combi Brake System.
Sebagai catatan, varian Honda EM1 e: saat ini dibanderol di kisaran harga Rp40.000.000 hingga Rp40.500.000. Dengan banderol tersebut, konsumen mendapatkan jaminan aftersales (purnajual) khas Honda yang menjamur di seluruh pelosok negeri.
Melihat komparasi spesifikasi di atas, pilihan BGN pada Emmo JVH Max tampaknya didasari oleh kebutuhan daya angkut besar dan kecepatan distribusi.
Kini, publik tentu menanti sejauh mana keawetan dan performa nyata ribuan armada asal Tiongkok ini di aspal Indonesia. Apakah spesifikasi gaharnya sepadan dengan triliunan rupiah yang telah digelontorkan? Biar waktu yang menjawab.