- Dudung Abdurachman resmi menjabat KSP setelah dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Total harta kekayaan Dudung mencapai Rp13,3 miliar berdasarkan laporan LHKPN Januari 2025.
- Isi garasi Dudung bernilai Rp1,1 miliar, terdiri dari Veloz, PCX, dan Fortuner.
Suara.com - Presiden Prabowo resmi melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dengan kekayaan belasan miliar rupiah.
Menariknya, selera otomotif eks KSAD TNI ini ternyata jauh dari kesan mewah.
Biasanya pejabat tinggi gemar mengoleksi mobil sport atau pabrikan Eropa. Namun, jenderal purnawirawan ini justru lebih memilih kendaraan fungsional untuk aktivitas harian.
Merujuk data e-LHKPN KPK pada awal 2025, aset transportasinya tergolong sangat wajar. Hal ini tentu memberi sudut pandang baru bagi publik yang penasaran.
Rincian Harta Sang Jenderal
Total aset yang dilaporkan Dudung mencapai angka Rp13.327.295.131. Laporan ini ia serahkan saat masih menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Mayoritas hartanya berupa tanah dan bangunan yang nilainya menembus Rp8,8 miliar. Selain itu, ada juga aset berupa harta bergerak lainnya senilai Rp1.567.000.000.
Ia juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp1,8 miliaran. Sisanya dialokasikan khusus untuk kendaraan pribadi di garasi rumahnya.
Isi Garasi yang Merakyat

Total nilai kendaraan bermotor milik Dudung tercatat hanya Rp1,1 miliar. Semuanya murni berstatus hasil sendiri, bukan berasal dari warisan atau hibah.
Koleksi pertamanya adalah Toyota Veloz tahun 2019 seharga Rp150 juta. Mobil jenis MPV ini dikenal sangat merakyat dan irit bahan bakar.
Untuk kendaraan roda dua, ia menyimpan motor Honda PCX tahun 2020. Skuter matik senilai Rp25 juta ini pas untuk menembus padatnya jalanan.
Koleksi roda empat termahalnya hanyalah sebuah Toyota Fortuner 2.4 VRZ tahun 2020. SUV tangguh senilai Rp450 juta ini sangat cocok dengan profilnya.
Momen Sakral Pergantian KSP
Pelantikan Dudung berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Ia resmi menggeser posisi M Qodari dari kursi utama staf presiden.
Qodari sendiri tidak terdepak, melainkan hanya digeser posisinya di dalam istana. Ia kini dipercaya menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom.
Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Presiden secara tatap muka. Suasana istana berubah hening saat pembacaan sumpah jabatan mulai dilakukan.
Presiden memandu kalimat sakral tersebut dengan lantang. Dudung dan Qodari mengikutinya dengan sikap tegap sempurna.
"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara."
"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo memandu sumpah.