- Pikap baru Koperasi Merah Putih merek Mahindra viral karena mogok di Lingkar Salatiga.
- Kerusakan fatal diduga berupa as roda patah memicu netizen mempertanyakan kualitas pengadaan mobil tersebut.
- Beban berlebih dan kualitas jalan diduga kuat menjadi pemicu utama as roda patah mendadak.
Mengapa As Roda Mobil Baru Bisa Patah?
Jika komponen krusial ini hancur, kendaraan otomatis akan lumpuh total di tempat. Ada beberapa dugaan teknis utama yang membuat as roda kendaraan bisa patah mendadak.
Dilansir dari Suzuki Indonesia, penyebab paling mendasar adalah kualitas material bawaan pabrik yang berada di bawah standar. Komponen logam bermutu rendah tentu sangat rapuh menahan beban operasional sehari-hari.
Faktor perusak senyap lainnya adalah karat dan korosi yang menggerogoti struktur besi. Dikutip dari Smart Mechanics, kotoran serta kelembapan yang masuk ke bantalan roda memicu korosi parah.
Selain itu, riwayat benturan keras atau kecelakaan kecil juga sangat berpengaruh. Tekanan tersembunyi dari benturan di masa lalu bisa melemahkan dan mematahkan as roda sewaktu-waktu.
Bearing atau bantalan roda yang aus juga memberi efek domino yang merusak. Gesekan berlebih dari bearing rusak menciptakan suhu panas yang melemahkan kekuatan as roda.
Gaya Berkendara dan Ancaman Muatan Ekstra
Di luar masalah teknis pabrikan, perilaku sang sopir di jalan raya juga sangat menentukan. Kebiasaan mengerem mendadak dan menghajar jalan berlubang dengan kecepatan tinggi akan memperpendek umur komponen.
Jalanan yang rusak memaksa sistem suspensi dan as roda bekerja melampaui batas kewajarannya. Seharusnya, pengemudi wajib melambatkan laju kendaraan saat melewati rute yang hancur atau tidak rata.
Faktor terakhir yang paling sering terjadi pada mobil niaga adalah masalah muatan berlebih. Beban angkut di luar kapasitas maksimal memberikan tekanan ekstrem yang berujung pada patahnya sumbu roda.
Kejadian mogoknya mobil di Salatiga ini menjadi tamparan keras soal standar pengadaan kendaraan operasional. Publik berharap program dengan anggaran besar ini diimbangi dengan kualitas armada dan ketersediaan suku cadang mumpuni.