Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 04 Mei 2026 | 11:20 WIB
Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik
Ilustrasi pikap dengan tulisan cendrawasih mogok di jalan. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Pikap baru Koperasi Merah Putih merek Mahindra viral karena mogok di Lingkar Salatiga. 
  • Kerusakan fatal diduga berupa as roda patah memicu netizen mempertanyakan kualitas pengadaan mobil tersebut. 
  • Beban berlebih dan kualitas jalan diduga kuat menjadi pemicu utama as roda patah mendadak. 

Mengapa As Roda Mobil Baru Bisa Patah?

Jika komponen krusial ini hancur, kendaraan otomatis akan lumpuh total di tempat. Ada beberapa dugaan teknis utama yang membuat as roda kendaraan bisa patah mendadak.

Dilansir dari Suzuki Indonesia, penyebab paling mendasar adalah kualitas material bawaan pabrik yang berada di bawah standar. Komponen logam bermutu rendah tentu sangat rapuh menahan beban operasional sehari-hari.

Faktor perusak senyap lainnya adalah karat dan korosi yang menggerogoti struktur besi. Dikutip dari Smart Mechanics, kotoran serta kelembapan yang masuk ke bantalan roda memicu korosi parah.

Selain itu, riwayat benturan keras atau kecelakaan kecil juga sangat berpengaruh. Tekanan tersembunyi dari benturan di masa lalu bisa melemahkan dan mematahkan as roda sewaktu-waktu.

Bearing atau bantalan roda yang aus juga memberi efek domino yang merusak. Gesekan berlebih dari bearing rusak menciptakan suhu panas yang melemahkan kekuatan as roda.

Gaya Berkendara dan Ancaman Muatan Ekstra

Di luar masalah teknis pabrikan, perilaku sang sopir di jalan raya juga sangat menentukan. Kebiasaan mengerem mendadak dan menghajar jalan berlubang dengan kecepatan tinggi akan memperpendek umur komponen.

Jalanan yang rusak memaksa sistem suspensi dan as roda bekerja melampaui batas kewajarannya. Seharusnya, pengemudi wajib melambatkan laju kendaraan saat melewati rute yang hancur atau tidak rata.

baca juga

Faktor terakhir yang paling sering terjadi pada mobil niaga adalah masalah muatan berlebih. Beban angkut di luar kapasitas maksimal memberikan tekanan ekstrem yang berujung pada patahnya sumbu roda.

Kejadian mogoknya mobil di Salatiga ini menjadi tamparan keras soal standar pengadaan kendaraan operasional. Publik berharap program dengan anggaran besar ini diimbangi dengan kualitas armada dan ketersediaan suku cadang mumpuni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:14 WIB

Kapan Jadwal Tes Manajer Koperasi Merah Putih? Akhir Pendaftaran Hari Ini

Kapan Jadwal Tes Manajer Koperasi Merah Putih? Akhir Pendaftaran Hari Ini

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 13:14 WIB

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×