Perang Harga Mobil Listrik China Makin Panas BYD dan Geely Abaikan Teguran Pemerintah

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 04 Mei 2026 | 12:13 WIB
Perang Harga Mobil Listrik China Makin Panas BYD dan Geely Abaikan Teguran Pemerintah
Geely Xingyuan. (Geely)
baca 10 detik
  • Produsen otomotif Tiongkok seperti BYD, Geely, dan Chery terus melakukan perang harga meski pemerintah telah melarang tindakan tersebut.
  • Kelebihan kapasitas produksi mencapai 55,5 juta unit memicu persaingan harga masif dan lonjakan ekspor kendaraan listrik ke luar negeri.
  • Kebijakan regulator menekan neraca keuangan perusahaan otomotif, yang berisiko merusak sistem industri secara keseluruhan bagi para produsen kendaraan.

Suara.com - Industri otomotif Tiongkok sedang dilanda ketegangan hebat karena perang harga yang tidak kunjung reda. Meskipun pemerintah telah meminta produsen untuk menghentikan aksi banting harga, kenyataannya merek raksasa seperti BYD, Geely, dan Chery justru terus memberikan diskon besar demi mengamankan pangsa pasar.

Hampir setahun berlalu sejak otoritas Tiongkok mendesak para bos otomotif untuk menghentikan persaingan yang merusak sebelum berubah menjadi perang harga menuju titik terendah.  Bahkan perintah setempat pernah memperingatkan perilaku industri otomotif China justru mengarah pada strategi bisnis yang semakin merugikan diri sendiri.

Sayangnya imbauan tersebut tidak banyak membuahkan hasil. Data Bloomberg menunjukkan penurunan harga rata-rata pada berbagai model BYD meningkat menjadi 10 persen pada bulan Maret. Di saat yang sama, Geely dan Chery konsisten menawarkan diskon di kisaran 15 persen selama dua belas bulan terakhir.

Akar masalah dari fenomena ini adalah kelebihan kapasitas produksi yang sangat masif. Tahun lalu penjualan kendaraan baru hanya mencapai 23 juta unit, padahal pabrik-pabrik di Tiongkok memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga 55,5 juta kendaraan per tahun.

Kondisi tersebut memicu lonjakan ekspor kendaraan listrik yang meningkat lebih dari dua kali lipat pada bulan lalu. Namun kini produsen menghadapi pengawasan ketat dari regulator dan dipaksa membayar pemasok jauh lebih cepat. Kebijakan ini mulai menekan neraca keuangan perusahaan seperti BYD yang rasio utang terhadap ekuitasnya kini menyentuh 25 persen.

François Roudier selaku sekretaris jenderal Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor memberikan peringatan keras terkait tren ini.

"Tampaknya ini menguntungkan pelanggan. Tetapi sebenarnya tidak,  para produsen merugi  dan ini merugikan seluruh eksistem yang ada," pungkasnya

Perang harga mobil listrik China sejaiuh ini memang semakin sengit. Setiap perusahaan seperti BYD, Geely, Chery sejumlah produsen otomotif lainnya saling menawarkan harga termurah kepada para konsumen agar produk yang mereka miliki cepat terjual. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah, 7 Motor Listrik Tangguh untuk Harian

Terpopuler: Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah, 7 Motor Listrik Tangguh untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:50 WIB

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:51 WIB

Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok

Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×