- Volkswagen Group berencana memangkas kapasitas produksi hingga satu juta unit kendaraan global menjelang akhir dekade ini.
- Kebijakan efisiensi ekstrem ini diambil setelah perusahaan mengalami penurunan laba bersih hampir sebesar 50 persen.
- Faktor utama penurunan performa meliputi tekanan pasar China, biaya investasi tinggi, serta berbagai tantangan ekonomi global.
Suara.com - Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, tengah menghadapi tantangan berat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Perusahaan ini berencana melakukan langkah efisiensi ekstrem dengan memangkas kapasitas produksinya secara besar-besaran di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan laporan Carbuzz, CEO Volkswagen Group Oliver Blume mengungkapkan niat perusahaan untuk mengurangi kapasitas produksi hingga satu juta unit kendaraan pada akhir dekade ini.
Kebijakan tersebut diambil setelah Volkswagen melaporkan penurunan laba bersih yang signifikan hampir mencapai 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian struktural jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Dengan pemangkasan tersebut, kapasitas produksi tahunan Volkswagen diperkirakan menyusut menjadi sekitar 9 juta unit.
Angka ini turun drastis jika dibandingkan masa sebelum pandemi ketika kapasitas pabrikan mencapai 12 juta unit dengan penjualan mendekati 11 juta unit per tahun.
Margin operasional perusahaan juga mengalami tekanan dan diprediksi turun menjadi 2,8 persen pada 2025. Beberapa faktor pemicu pelemahan ini antara lain daya jual yang menurun di pasar China serta tingginya biaya investasi untuk pengembangan kendaraan listrik dan sistem perangkat lunak.
Selain masalah internal, tekanan eksternal turut memperkeruh situasi. Tarif impor dari Amerika Serikat, potensi kenaikan biaya energi, serta gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi beban tambahan bagi perusahaan.
Meski berada dalam posisi sulit, Volkswagen tetap melihat celah pertumbuhan di pasar Amerika Serikat melalui pembangunan pabrik baru di South Carolina untuk merek Scout.
Sementara itu di China, Volkswagen berupaya mempertahankan dominasi dengan rencana peluncuran lebih dari 20 model kendaraan elektrifikasi pada 2026 dan ditargetkan mencapai 50 model pada 2030.