Rapor Merah Penjualan BYD Anjlok Delapan Bulan Berturut Turut

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 04 Mei 2026 | 15:05 WIB
Rapor Merah Penjualan BYD Anjlok Delapan Bulan Berturut Turut
Foto: Logo BYD. [Suara.com/Liberty Jemadu]
baca 10 detik
  • BYD mencatat penurunan penjualan kendaraan penumpang sebesar 15,7 persen pada April 2026 akibat lesunya permintaan pasar domestik Tiongkok.
  • Laba bersih BYD merosot tajam 55,4 persen pada kuartal pertama akibat perang harga brutal dan tingginya biaya produksi perangkat keras.
  • Peningkatan rekor ekspor belum mampu menutup kerugian total perusahaan, sehingga BYD kini mengandalkan teknologi pengisian daya ultra cepat.

Suara.com - Kondisi BYD saat ini semakin mengkhawatirkan setelah mencatatkan penurunan penjualan tahunan selama delapan bulan berturut-turut. Raksasa otomotif asal Shenzhen tersebut hanya mampu menjual 314.100 kendaraan penumpang pada April 2026 atau anjlok 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun ada kenaikan tipis 6,2 persen dari bulan Maret, kinerja BYD secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan berat. Secara kumulatif dari Januari hingga April, angka penjualan kendaraan penumpang BYD terjun bebas hingga 26,4 persen. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar domestik Tiongkok sudah tidak lagi ramah bagi produsen yang sempat mendominasi pasar kendaraan listrik tersebut.

Melansir Carnewschina, ketergantungan BYD pada pasar luar negeri kini semakin terlihat jelas karena permintaan dalam negeri yang terus melemah. Penjualan ekspor memang mencetak rekor 134.542 unit, namun lonjakan ini belum mampu menambal lubang besar akibat lesunya pasar lokal. Kontribusi ekspor yang kini mencapai 42,8 persen dari total volume penjualan seolah menjadi napas tambahan bagi perusahaan yang sedang berjuang keras di rumah sendiri.

Masalah BYD tidak berhenti pada jumlah unit yang terjual. Laba bersih perusahaan merosot tajam hingga 55,4 persen menjadi sekitar 4,09 miliar yuan atau setara 599 juta USD pada kuartal pertama. Penurunan keuntungan yang drastis ini adalah konsekuensi nyata dari perang harga yang brutal di Tiongkok serta membengkaknya biaya perangkat keras yang memangkas margin perusahaan secara signifikan.

Sejumlah merek andalan BYD seperti seri Dynasty dan Ocean juga tidak berdaya dengan penurunan angka penjualan mencapai 21,2 persen. Sementara itu, merek premium Denza ikut terpangkas 26,9 persen. Kini manajemen BYD harus bertaruh pada teknologi pengisian daya ultra cepat untuk menyelamatkan bisnis mereka dari jurang krisis yang lebih dalam di tengah persaingan kendaraan listrik yang kian tidak sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Harga Mobil Listrik China Makin Panas BYD dan Geely Abaikan Teguran Pemerintah

Perang Harga Mobil Listrik China Makin Panas BYD dan Geely Abaikan Teguran Pemerintah

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 12:13 WIB

Terpopuler: Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah, 7 Motor Listrik Tangguh untuk Harian

Terpopuler: Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah, 7 Motor Listrik Tangguh untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:50 WIB

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:51 WIB

Terkini

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:40 WIB

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

×