- Pertamina menaikkan harga BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex yang berdampak pada peningkatan biaya operasional pengguna mobil diesel.
- Kenaikan harga BBM mendorong pemilik kendaraan di Indonesia mencari opsi mobil diesel bekas yang dikenal memiliki efisiensi bahan bakar.
- Terdapat tujuh rekomendasi mobil diesel irit di pasar bekas Indonesia dengan kisaran harga bervariasi mulai dari Rp130 jutaan.
Suara.com - Kenaikan harga BBM jenis solar nonsubsidi dari Pertamina membuat banyak pemilik kendaraan mulai memutar otak apalagi untuk para pemilik mobil diesel.
Dexlite kini naik menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600, sementara Pertamina Dex juga melonjak ke Rp27.900 per liter dari Rp23.900. Kondisi ini tentu berdampak pada biaya operasional harian, terutama bagi pengguna mobil diesel.
Meski demikian, mobil diesel tetap menjadi pilihan karena terkenal lebih irit dibanding mesin bensin, terutama untuk perjalanan jauh.
Berikut daftar mobil diesel irit solar yang masih jadi incaran, lengkap dengan kisaran harga di pasaran mobil bekas Indonesia.
1. Toyota Kijang Innova Diesel

Toyota Kijang Innova Diesel dikenal sebagai salah satu mobil diesel paling irit sekaligus nyaman untuk keluarga. Konsumsi BBM-nya berada di kisaran 12–16 km/liter, cukup efisien untuk ukuran MPV besar. Mesin D-4D hingga 2GD-FTV terkenal bandel, minim masalah, dan mudah dirawat karena sparepart melimpah.
Di pasar mobil bekas 2026, harga Innova diesel umumnya berada di kisaran Rp220 juta hingga Rp300 jutaan, tergantung tahun dan kondisi unit.
2. Isuzu Panther

Isuzu Panther masih menyandang status legenda mobil diesel irit di Indonesia. Konsumsi BBM-nya bisa mencapai 14–17 km/liter, bahkan dengan perawatan sederhana. Mesin konvensional tanpa banyak elektronik membuatnya tahan banting dan cocok untuk berbagai kondisi jalan.
Untuk harga, Panther bekas saat ini berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp190 jutaan, tergantung tahun produksi dan kondisi kendaraan.
3. Toyota Fortuner Diesel

Toyota Fortuner Diesel menawarkan kombinasi tenaga besar dan efisiensi yang cukup baik di kelas SUV ladder frame. Mobil ini cocok untuk perjalanan jauh maupun medan berat berkat torsi besar khas mesin diesel.
Di pasar mobil bekas, harga Fortuner diesel berada di kisaran Rp310 juta hingga Rp500 jutaan, tergantung tahun produksi dan tipe.
4. Mitsubishi Pajero Sport Diesel

Mitsubishi Pajero Sport menjadi salah satu SUV diesel paling populer di Indonesia. Selain tampil gagah, mobil ini juga menawarkan performa kuat dengan konsumsi BBM yang masih tergolong efisien untuk kelasnya.
Harga Pajero Sport diesel bekas cukup variatif, mulai dari Rp170 juta hingga Rp600 jutaan, tergantung generasi dan tipe. Bahkan unit lama bisa ditemukan mulai Rp130 jutaan di pasar.
5. Isuzu MU-X

Isuzu MU-X dikenal sebagai SUV diesel yang irit sekaligus tangguh. Konsumsi BBM-nya bisa mencapai sekitar 12–15 km/liter, dengan karakter mesin khas Isuzu yang awet dan efisien. Mobil ini cocok untuk kebutuhan keluarga sekaligus perjalanan luar kota.
Di pasar mobil bekas Indonesia, harga Isuzu MU-X umumnya berada di kisaran Rp250 juta hingga Rp400 jutaan, tergantung tahun dan kondisi.
6. Suzuki Ertiga Diesel

Suzuki Ertiga Diesel menjadi pilihan menarik bagi yang mencari mobil diesel irit dalam ukuran kompak. Mesin 1.3L turbodiesel-nya terkenal hemat bahan bakar, bahkan mendekati konsumsi mobil LCGC.
Karena sudah tidak diproduksi, unit bekasnya cukup langka. Namun di pasaran, harganya masih berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp200 jutaan tergantung kondisi.
7. Renault Duster Diesel
![Renault Duster Turbo untuk pasar India [Renault via ANTARA News].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/20/48490-renault-duster.jpg)
Renault Duster Diesel menawarkan efisiensi bahan bakar yang baik dengan mesin 1.5 dCi. Mobil ini cocok untuk penggunaan kombinasi jalan kota dan medan ringan karena karakter SUV kompaknya.
Harga bekas Renault Duster diesel saat ini berada di kisaran Rp160 juta hingga Rp220 jutaan, menjadikannya salah satu SUV diesel yang relatif terjangkau.
Dengan memilih mobil diesel yang tepat, dampak kenaikan harga solar tetap bisa ditekan tanpa harus mengorbankan performa kendaraan.