- Honda CB150X mendominasi pasar motor sport adventure 150cc di Indonesia melalui keunggulan desain modern serta suspensi depan upside down.
- Yamaha Crosser 150 S menawarkan teknologi Blueflex yang fleksibel dengan bahan bakar serta fitur pengereman ABS untuk keamanan maksimal.
- Suzuki V-Strom 160 memberikan torsi responsif melalui mesin 162cc, menjadikannya pesaing potensial bagi Honda di segmen motor petualang.
Suara.com - Tren motor sport adventure di kelas mesin kecil saat ini sedang menjadi primadona bagi pengendara yang hobi menjelajah namun tetap ingin praktis digunakan untuk keperluan harian.
Banyak orang mulai melirik motor yang tidak hanya tangguh di aspal, tapi juga siap diajak melibas jalur tanah tipis-tipis saat akhir pekan.
Di Indonesia sendiri, persaingan di segmen ini bisa memanas seiring dengan munculnya potensi kehadiran lawan-lawan tangguh dari pabrikan besar lainnya.
Honda CB150X sebagai pemain tunggal

Sejauh ini, Honda CB150X masih menjadi pemain tunggal yang cukup dominan di segmen sport adventure kelas 150cc di Indonesia.
Motor ini berhasil memikat hati konsumen karena menawarkan aura touring sejati dengan posisi duduk tegak yang sangat nyaman untuk perjalanan jarak jauh antarkota.
Keunggulan utama yang sering dibanggakan adalah penggunaan suspensi depan jenis Inverted Front Suspension atau upside down yang membuat tampilan motor terlihat lebih kekar sekaligus memberikan stabilitas ekstra saat dikendarai.
Desainnya yang modern, lengkap dengan windshield tinggi bawaan pabrik, membuatnya terlihat seperti "kakak-kakaknya" di jajaran motor gede adventure Honda.
Namun mampukah Honda CB150X bertahan jika Yamaha dan Suzuki datang dengan membawa dua motor ciamik ini dari luar negeri?
Perbandingan spesifikasi mesin dan fitur Honda CB150X vs Yamaha Crosser dan Suzuki V-Strom 160

Jika kita menilik ke dapur pacu, Honda CB150X mengandalkan mesin 149,16 cc DOHC 4 katup dengan pendingin cairan dan transmisi 6 percepatan yang mampu menyemburkan tenaga 11,5 kW pada 9.000 rpm.
Namun, Yamaha memiliki Crosser 150 S ABS yang punya keunikan tersendiri dengan teknologi Blueflex, yang memungkinkan mesinnya menggunakan bahan bakar bensin maupun etanol dengan daya tahan tinggi.
Meskipun mesin Yamaha ini lebih sederhana karena masih menggunakan konfigurasi SOHC 2 katup pendingin udara dengan tenaga sekitar 11,4 hingga 11,7 hp, perawatannya diklaim lebih minimalis dan praktis.
Selain itu, Crosser sudah dilengkapi fitur pengereman ABS di roda depan dan lampu depan LED Projector yang modern.
Di sudut lain, Suzuki hadir dengan V-Strom 160 yang dibekali mesin lebih besar, yakni 162 cc SOHC pendingin udara.
Walaupun teknologinya terlihat lebih konvensional dibanding Honda, Suzuki V-Strom 160 unggul pada torsi di putaran rendah sebesar 14,65 Nm pada 6.500 rpm.
Ini artinya, V-Strom 160 punya tarikan yang lebih responsif untuk stop-and-go atau saat melibas tanjakan dibandingkan CB150X yang unggul di tenaga puncak.
Secara tampilan, V-Strom 160 juga membawa DNA petualang yang kental dengan bodi ramping, ground clearance tinggi, serta penggunaan ban dual-purpose yang siap menjelajah.
Mending mana?

Memilih di antara ketiganya sangat bergantung pada prioritas gaya berkendara Anda. Jika Anda mencari motor dengan teknologi mesin paling mutakhir, transmisi 6 percepatan yang halus untuk napas panjang di jalan raya, serta dukungan suspensi upside down yang mewah, Honda CB150X adalah pilihan yang sulit dikalahkan saat ini dengan rentang harga Rp35,2 juta hingga Rp35,7 juta.
Namun, jika efisiensi perawatan dan fleksibilitas bahan bakar menjadi poin utama, Yamaha Crosser sangat menarik untuk ditunggu kehadirannya di pasar lokal, apalagi dengan tambahan fitur keselamatan ABS.
Sementara itu, bagi pecinta torsi besar dan desain tangguh khas keluarga V-Strom, Suzuki V-Strom 160 bisa menjadi alternatif yang sangat menggoda bagi pengendara muda yang mencari motor petualang dengan karakter yang berbeda dari pasar arus utama.
Di Filipina, motor Suzuki ini dibanderol sekitar Rp41,7 juta, sehingga jika masuk Indonesia dengan harga kompetitif, ia bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi Honda.
Sementara itu, di Brasil, Yamaha Crosser 150 S ABS dijual mulai 22.790 Real atau sekitar Rp80,6 juta. Meski terkesan lebih mahal dari CB150X di Indonesia, namun di sana posisi harga ini berada di bawah Nmax. Disinyalir Yamaha Crosser akan berada di level yang mirip dengan Yamaha Vixion di Indonesia.