- Pemerintah Indonesia membatasi subsidi bensin akibat kondisi politik global, sehingga pemilik kendaraan harus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
- Marketing Division Auto2000 Nur Imansyah Tara mengimbau pemilik kendaraan memperbaiki pola perawatan dan gaya mengemudi pada Selasa, 19 Mei 2026.
- Terdapat delapan faktor pemborosan bahan bakar, meliputi tekanan ban, beban berlebih, gaya berkendara, modifikasi, oktan bensin, oli, hingga servis rutin.
Suara.com - Kebijakan pemerintah mengenai pembatasan konsumsi bensin bersubsidi sebagai dampak kondisi politik global menuntut pemilik kendaraan untuk lebih bijak. Meskipun mobil Toyota di Indonesia sudah dirancang dengan mesin efisien dan fitur pendukung hemat energi, faktor perilaku pengemudi tetap memegang peranan kunci.
Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara memberikan peringatan agar pemilik kendaraan mulai memperhatikan pola perawatan dan cara berkendara.
“Harus pintar mengelola penggunaan bensin pada mobil agar lebih efisien daam penggunaannya. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat,” jelas Nur Imansyah, Selasa (19 Mei 2026).
Terdapat delapan faktor utama yang seringkali membuat penggunaan bahan bakar menjadi tidak efisien. Pertama adalah tekanan ban yang kurang sehingga mesin butuh tenaga ekstra untuk bergerak. Kedua adalah beban muatan yang melebihi kapasitas maksimal atau overload.
Selanjutnya gaya mengemudi agresif yang memaksa komputer mesin menyuntikkan lebih banyak bensin ke ruang bakar. Modifikasi kendaraan seperti penggantian pelek yang lebih besar dan penambahan aksesori kelistrikan juga berkontribusi besar pada pemborosan energi.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak mengikuti rekomendasi oktan bensin dari pabrikan yang memicu gejala knocking. Kelalaian dalam mengganti oli mesin secara rutin juga membuat komponen bekerja lebih berat akibat degradasi pelumas.
Pemilik kendaraan juga sering mengabaikan penggunaan mode berkendara ECO yang sebenarnya sangat efektif untuk mobilitas perkotaan. Terakhir adalah kebiasaan malas melakukan servis berkala di bengkel resmi yang menyebabkan kondisi filter serta komponen kaki-kaki tidak terpantau secara optimal. Dengan memperhatikan aspek tersebut, efisiensi bahan bakar dapat terjaga di tengah ketatnya aturan konsumsi BBM saat ini.