- Honda NS150ES memadukan desain Vario dan kenyamanan PCX dengan dek rata tanpa rangka eSAF.
- Mesin 150cc menghasilkan tenaga 15,5 dk yang lebih buas dari eSP+ milik Vario 160.
- Varian tertinggi dibekali fitur premium seperti layar TFT, boks bagasi, dan dashcam bawaan pabrik.
Suara.com - Selama ini, konsumen motor di Tanah Air kerap dihadapkan pada dilema klasik: memilih kemewahan dan kenyamanan berkendara ala Honda PCX, atau mengutamakan kepraktisan dek rata fungsional milik Honda Vario untuk membawa barang harian.
Kini, dilema tersebut sepertinya telah menemukan titik terang. Melalui Sundiro Honda selaku agen tunggal di pasar Tiongkok, pabrikan berlogo sayap mengepak ini resmi merilis skutik revolusioner berdesain hibrida bernama Honda NS150ES.
Motor ini diklaim menjadi solusi paripurna bagi pecinta skutik gambot yang membutuhkan ruang kaki luas tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan.
Desain Agresif dengan Kepraktisan Dek Rata
Secara visual, fasia depan Honda NS150ES memancarkan aura agresif nan tajam yang identik dengan keluarga Vario series, lengkap dengan lampu utama proyektor LED ganda.
Namun, DNA PCX langsung terasa saat melihat aplikasi tameng angin (windshield) tinggi dan penutup setang, memastikan pengendara tidak mudah lelah saat melahap kemacetan atau touring jarak jauh.
Daya tarik utamanya ada pada area pijakan kaki yang didesain rata dan luas. Menariknya, Honda menanggalkan rangka eSAF dan memindahkan posisi tangki bahan bakar ke bawah dek, mirip dengan konstruksi skuter Vespa.
Konfigurasi dek rata ini sangat krusial bagi pengendara yang sering membawa barang bawaan, menjadikannya penantang serius bagi Yamaha Lexi LX 155 jika kelak mengaspal di Indonesia.
Mesin Halus, Tenaga Melampaui eSP+

Jangan tertipu dengan kubikasi mesinnya yang "hanya" 149cc. Mesin berkode SH-EP berpendingin cairan dengan 4 katup ini ternyata mampu memuntahkan tenaga hingga 15,5 dk dan torsi puncak 14,4 Nm.
Di atas kertas, spesifikasi performa ini sedikit mengungguli figur tenaga dari mesin eSP+ kebanggaan Vario 160.
Karakter mesin ini sengaja disetel linear dengan akselerasi awal yang lembut untuk meminimalisir hentakan saat stop-and-go di jalur padat.
Dipadukan dengan tangki bensin ekstra besar berkapasitas 8 liter dan konsumsi BBM 2,2 liter/100 km, skutik ini sanggup diajak melaju hingga jarak hampir 370 km sebelum harus singgah ke SPBU.
Fitur "Sultan" Mulai Rp33 Jutaan
Honda NS150ES tidak pelit fitur. Pabrikan membekali semua variannya dengan sistem pengereman ABS dual-channel dan Traction Control System (TCS) untuk menjamin keamanan ekstra.
Bagi konsumen yang memilih tipe standar (dibanderol sekitar 13.380 Yuan atau setara Rp33,8 jutaan), motor ini sudah dilengkapi panel instrumen digital LCD, smart key, dan konektivitas T-BOX.
Sementara itu, untuk varian tertinggi atau tipe Pro (sekitar 16.280 Yuan atau setara Rp41,2 jutaan), konsumen akan dimanjakan dengan layar TFT 7 inci, sokbreker belakang model tabung, dan yang paling fenomenal: kamera dashcam bawaan pabrik serta boks bagasi belakang.
Fitur dashcam ini tentu menjadi nilai jual yang sangat langka di kelas skutik 150cc.
Dengan kombinasi kepraktisan fungsional, mesin responsif, dan fitur kelas atas, Honda NS150ES membuktikan bahwa konsumen tidak perlu lagi berkompromi. Pertanyaannya, mungkinkah PT Astra Honda Motor (AHM) tertarik membawa konsep brilian ini untuk meramaikan jalanan di Indonesia?