- Honda Brio RS dan Toyota Raize 1.2 G bersaing ketat di pasar otomotif Indonesia dengan harga sekitar 200 jutaan.
- Honda Brio RS menawarkan kelincahan, efisiensi bahan bakar dalam kota, serta performa mesin 4 silinder yang sangat andal.
- Toyota Raize 1.2 G memiliki keunggulan berupa ground clearance tinggi dan efisiensi konsumsi BBM untuk perjalanan luar kota.
Suara.com - Memasuki rentang harga 200 jutaan, pasar otomotif Indonesia menyuguhkan pilihan yang seringkali membuat calon pembeli mobil bekas atau baru galau berat.
Di satu sisi ada hatchback legendaris yang selalu merajai penjualan, dan di sisi lain ada compact SUV modern dengan postur lebih gagah.
Menariknya, varian tertinggi Honda Brio RS kini dibanderol dengan harga yang bersinggungan langsung dengan Toyota Raize tipe mesin 1.2 G.
Dengan selisih harga yang sangat tipis ini, mana yang sebenarnya lebih bernilai untuk investasi jangka panjang Anda?
Pesona Honda Brio

Honda Brio RS tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari kelincahan di jalanan kota yang padat. Mobil ini dibekali mesin 1.2L i-VTEC 4 silinder yang mampu menghasilkan daya 90 PS dan torsi 110 Nm.
Angka ini menjadikannya salah satu yang paling bertenaga di kelasnya, dipadukan dengan transmisi CVT yang halus. Dari sisi tampilan, Brio RS versi terbaru tampil lebih berani dengan LED Headlights, Dark Chrome Front Grille, dan velg alloy 15 inci.
Keunggulan utamanya ada pada efisiensi bahan bakar di dalam kota yang mencapai 16,2 km/liter, serta kemudahan saat parkir berkat dimensinya yang kompak. Interiornya pun sudah modern dengan layar sentuh 7 inci dan sistem Smart Entry.
Menawannya Toyota Raize

Beralih ke Toyota Raize, mobil ini menawarkan fleksibilitas yang sulit ditandingi oleh sebuah hatchback. Untuk varian 1.2 G CVT yang harganya setara dengan Brio RS, Raize memberikan keunggulan berupa ground clearance yang lebih tinggi.
Hal ini membuatnya lebih tangguh saat harus melewati jalanan berlubang atau genangan air yang sering ditemui di Indonesia.
Meskipun menggunakan mesin 3 silinder, Raize sangat efisien untuk perjalanan jarak jauh, dengan klaim konsumsi BBM di rute tol mencapai 22 hingga 28 km/liter.
Desainnya yang bergaya SUV memberikan kesan lebih maskulin dan ruang kabin yang terasa lebih lapang bagi sebagian orang.
Mending mana? Ini penentunya

Lalu, mending pilih yang mana? Jika prioritas Anda adalah penggunaan harian di tengah kemacetan Jakarta yang butuh mobil gesit, irit di rute dalam kota, dan biaya perawatan yang sangat terjangkau, Honda Brio RS adalah jawabannya.
Namun, jika Anda sering melakukan perjalanan luar kota atau butuh mobil dengan bantingan suspensi yang lebih kuat untuk rute tidak rata, Toyota Raize 1.2 G lebih unggul.
Menariknya, Ko Lung-Lung dari Dokter Mobil Indonesia memberikan perspektif yang sangat lugas mengenai perbandingan kedua mobil ini.
Terkait ketahanan dan rasa berkendara, beliau memberikan testimoni yang kuat untuk Brio.
"Kalau lu beli Brio udah pasti ya lu dapat Honda Brio gitu loh, mobilnya enggak cepat rusak, mobilnya enak main bawanya kayak bombom car," ujar Ko Lung-Lung.
Ia juga menyoroti performa mesin saat menghadapi medan berat seperti tanjakan. Menurutnya, mesin 4 silinder Naturally Aspirated (NA) milik Brio memiliki keunggulan tersendiri dibanding mesin 3 silinder turbo milik Raize dalam situasi tertentu.
"Kalau lu suruh naik gunung, enak Brio Bro, jauh. Karena si Raize itu tiga silinder kemudian diturbo kan, otomatis turbo lag-nya akan berasa banget. Kalau lu suruh sama-sama naik gunung, ya enakan NA, 1200 NA itu enak banget," tambah Ko Lung-Lung.
Selain faktor performa, biaya suku cadang Brio juga dinilai cenderung lebih ramah di kantong dibandingkan Raize.
Pilihan akhirnya kembali ke kebutuhan Anda: sensasi berkendara yang bandel dan asyik atau ketangguhan sebuah SUV ringkas.