- Pindah dari Pertamax ke Pertalite aman jika spesifikasi manual kendaraan hanya mensyaratkan minimal RON 90.
- Menurut Stanto, mesin tidak memiliki "kebiasaan" BBM, melainkan spesifikasi teknis yang wajib dipatuhi.
- Pertalite pada mesin kompresi tinggi memicu timing pengapian salah, boros BBM, detonasi, hingga piston rusak.
4. Efek Buruk Memaksa Pertalite ke Mesin RON 92
Masalah baru akan muncul jika Anda bersikeras mencekoki mesin berkompresi tinggi (seperti NMax terbaru atau PCX 160 yang butuh RON 92) dengan Pertalite demi berhemat.
Bahan bakar tersebut tidak akan kuat menahan tekanan di ruang bakar dan meledak sebelum waktunya.
"Ketika bahan bakar ini digunakan di sebuah kendaraan atau mesin yang memiliki kompresi tinggi, dia akan berpotensi terbakar sebelum busi memercikkan bunga api. Artinya di sini tidak sesuai dengan timing pengapian," papar Rustanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan efek berantai yang sangat merugikan bagi mesin.
"Efeknya apa? Tentu saja pembakaran tidak sempurna, timbul kerak, engine low power, boros BBM, bahkan detonasi. Kasus yang terberat bisa menyebabkan kerusakan di area ruang bakar atau di piston," pungkasnya.
Sebelum Anda memutuskan untuk pindah haluan dari Pertamax demi menyelamatkan isi dompet, cek dulu buku manual kendaraan Anda.
Sesuaikan pemilihan BBM dengan rasio kompresi mesin, bukan berdasarkan perasaan atau kebiasaan masa lalu. Jangan sampai niat berhemat puluhan ribu di SPBU justru berujung pada tagihan jutaan rupiah di bengkel akibat turun mesin!