- Ramadhipa, pembalap Sleman, sukses menjuarai putaran kedua Moto3 Junior di Sirkuit Estoril, Portugal.
- Kemenangan diraih secara dramatis lewat manuver agresif lap terakhir dari posisi start ketujuh.
- Ia mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama pemenang dua ajang MotoJunior yang berbeda.
Suara.com - Nama Indonesia kembali bergema kencang di kancah balap motor Eropa. Adalah Muhammad Kiandra Ramadhipa, pemuda asal Sleman, Yogyakarta, yang sukses mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi putaran kedua Moto3 Junior World Championship 2026.
Berlaga di Circuito do Estoril, Portugal, pada Minggu (14/6), pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung dalam Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini menyuguhkan pertarungan epik yang sarat akan adu mekanik dan mentalitas baja kelas dunia.
Membedah Jalannya Balapan: Agresif Sejak Lampu Hijau Padam
Ramadhipa tidak memulai balapan dari posisi yang ideal. Hasil kualifikasi pada hari Sabtu (13/6) memaksanya harus start dari grid ketujuh (P7).
Namun, alih-alih bermain aman, taktik agresif langsung dipraktikkan sesaat setelah lampu hijau padam.
Berikut adalah rincian manuver brilian yang dilakukan oleh penunggang motor bernomor 32 tersebut:
- Menjaga Ritme di Rombongan Depan: Lepas dari garis start, Ramadhipa langsung menempel ketat grup terdepan. Kondisi trek Estoril yang cukup panas menuntut manajemen ban yang presisi, namun ia tetap mampu menjaga ritme dan berjibaku dalam dogfight yang sangat rapat.
- Titik Balik di Lap Ke-8: Kesabaran dan insting balapnya terbukti saat balapan memasuki lap ke-8. Memanfaatkan kelengahan lawan, Ramadhipa mengeksekusi manuver cornering yang sangat tajam dan apik. Jalur balap (racing line) yang rapat memungkinkannya menembus barisan tiga besar dan langsung menekan pimpinan balap. Ia bahkan beberapa kali berhasil mengambil alih posisi pertama.

Drama Sektor Terakhir yang Menguras Adrenalin
Klimaks balapan terjadi pada putaran pamungkas. Di sinilah mentalitas "Bocah Sleman" ini benar-benar diuji oleh kerasnya aspal Eropa.
Berada di posisi ketiga, Ramadhipa mencoba melakukan serangan pamungkas. Tensi memuncak ketika ia justru sempat kehilangan dua posisi akibat pertarungan sengit yang menguras grip ban.
Namun, ia tidak menyerah. Dengan ketenangan luar biasa, Ramadhipa kembali membuka gas, memanfaatkan slipstream, dan melancarkan manuver mematikan di tikungan-tikungan terakhir (sektor terakhir).
Ia berhasil mempecundangi barisan pembalap Eropa, merebut kembali P1, dan mempertahankan laju motornya hingga menyentuh garis finis lebih dulu.
“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan pertama di Moto3 Junior World Championship. Balapan hari ini sangat sulit dengan kondisi yang cukup panas. Di awal saya sempat mengalami momen yang cukup sulit pada tikungan akhir lap-lap awal, tetapi kami mampu mengatasinya. Di lap terakhir saya sempat kehilangan dua posisi, tetapi saya berhasil merebutnya di sektor-sektor terakhir,” ungkap Ramadhipa usai balapan.
Cetak Sejarah Ganda untuk Indonesia
Kemenangan dramatis di Estoril ini bukan sekadar tambahan trofi, melainkan torehan tinta emas dalam sejarah balap motor nasional.
Fakta-fakta di balik kemenangan Ramadhipa: