Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:10 WIB
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
Interior mobil Mitsubishi (Dok: PT MMKSI)
baca 10 detik
  • Honda, Nissan, dan Mitsubishi menjajaki kerja sama pengembangan electronic control units standar untuk menekan biaya produksi otomotif global.
  • Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkuat daya saing ketiga perusahaan Jepang menghadapi dominasi merek Tiongkok serta Tesla saat ini.
  • Kesepakatan tersebut mencakup standarisasi perangkat lunak kendaraan, berbagi komponen inti, dan potensi produksi bersama di Amerika Utara.

Suara.com - Tiga raksasa mobil Jepang, Honda, Nissan, dan Mitsubishi, dikabarkan tengah menjajaki kerja sama untuk menyatukan penggunaan electronic control units (ECU) standar di mobil generasi terbaru.

Langkah ini disebut sebagai strategi pemangkasan biaya sekaligus upaya bertahan di pasar global yang semakin kompetitif.

Kerja sama ini melibatkan langsung tiga merek besar Jepang. Menurut laporan Carscoops, ECU standar nantinya akan mencakup fungsi penting seperti autonomous driving dan infotainment system untuk kendaraan hybrid maupun listrik.

Dengan berbagi komponen inti, ketiga perusahaan berharap bisa menekan biaya produksi dan memperkuat posisi menghadapi gempuran merek Tiongkok serta Tesla.

Kesepakatan final belum diumumkan, namun disebutkan bisa tercapai dalam beberapa minggu ke depan. Dalam enam bulan terakhir, Honda dan Nissan juga sudah membicarakan kemungkinan produksi bersama di Amerika Utara, meski belum ada keputusan resmi.

Kerja sama ini akan berdampak pada pasar global, terutama di Amerika Utara dan Asia.

Logo Honda Baru. (Honda Global)
Logo Honda Baru. (Honda Global)

Nissan bahkan dikabarkan siap memproduksi pickup Honda di pabrik Canton Assembly, AS, yang sebelumnya sempat underutilized setelah batal memproduksi sedan listrik. Mitsubishi juga berpotensi ikut dalam pengembangan kendaraan besar di masa depan.

Standarisasi ECU bukan sekadar efisiensi biaya. Ini adalah langkah strategis untuk menghadapi era software-defined vehicles (SDV), di mana perangkat lunak menjadi pusat kendali kendaraan.

Dengan berbagi sistem operasi dan perangkat lunak, Honda, Nissan, dan Mitsubishi bisa mempercepat inovasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengembangan masing-masing.

baca juga

Strategi kerja sama ini mencakup:

  • Pengadaan komponen bersama untuk menekan biaya produksi.
  • Pengembangan ECU standar yang bisa dipakai lintas merek.
  • Kolaborasi software untuk SDV di masa depan.

Produksi bersama di Amerika Utara, termasuk kemungkinan Nissan memasok pickup untuk Honda dan Mitsubishi.

Deretan mobil Nissan (Gemini Studios)
Deretan mobil Nissan (Gemini Studios)

Meski Honda dan Nissan sempat gagal merger 18 bulan lalu, keduanya tetap melanjutkan kerja sama di berbagai proyek. Kini, dengan tambahan Mitsubishi, arah kolaborasi semakin jelas: efisiensi biaya, berbagi teknologi, dan memperkuat daya saing global.

Bagi konsumen, kerja sama ini bisa berarti mobil dengan teknologi lebih canggih, harga lebih kompetitif, dan ekosistem software yang lebih seragam.

Namun, di balik efisiensi ini, ada “udang di balik batu”: ketiga merek besar Jepang sedang berjuang keras agar tetap relevan di tengah dominasi merek Tiongkok dan Tesla di pasar kendaraan listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:27 WIB

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:21 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Terkini

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:27 WIB

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:21 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen

Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia

Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:00 WIB

Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar

Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

Mitsubishi Destinator Padukan Mesin Turbo dan Efisiensi Bahan Bakar untuk Harian

Mitsubishi Destinator Padukan Mesin Turbo dan Efisiensi Bahan Bakar untuk Harian

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

Harga Sembako Terus Melambung, Yamaha Gear Ultima Jadi Solusi Pilihan Motor Irit dan Fungsional

Harga Sembako Terus Melambung, Yamaha Gear Ultima Jadi Solusi Pilihan Motor Irit dan Fungsional

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Apakah Indomobil Tyranno Aman Lewat Banjir? Cek Hasil Tes Ekstremnya di Sini

Apakah Indomobil Tyranno Aman Lewat Banjir? Cek Hasil Tes Ekstremnya di Sini

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:05 WIB

×