- Datsun Go dan Go+ Panca merupakan mobil keluarga terjangkau di Indonesia dengan harga bekas mulai Rp55 hingga Rp97 juta.
- Kedua model ini memiliki mesin 1.200 cc yang irit bahan bakar serta menawarkan biaya operasional dan pajak tahunan rendah.
- Pakar otomotif menyoroti kelemahan struktur sasis dan faktor keselamatan rendah sehingga berisiko tinggi saat terjadi benturan dari samping.
Suara.com - Memiliki mobil keluarga pertama seringkali menjadi impian bagi banyak pasangan muda di Indonesia. Kebutuhan akan moda transportasi yang aman dari hujan dan panas, serta mampu mengangkut anggota keluarga dengan nyaman, membuat pasar mobil bekas terus diminati.
Di tengah beragam pilihan, sosok Datsun Go dan Datsun Go+ Panca seringkali muncul sebagai kandidat kuat karena harganya yang sangat terjangkau bagi kantong kelas menengah.
Namun, sebelum memutuskan untuk meminang mobil ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar investasi pertama Anda tidak menjadi beban di kemudian hari.
Datsun menawarkan dua varian utama di Indonesia, yakni Datsun Go yang merupakan hatchback lima penumpang dan Datsun Go+ Panca yang hadir dengan konsep MPV 5+2 penumpang.
Meski terlihat serupa, Datsun Go+ memiliki bodi yang sedikit lebih panjang untuk mengakomodasi baris ketiga, walaupun area paling belakang tersebut sebenarnya sangat sempit dan lebih ideal untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun atau difungsikan sebagai bagasi tambahan.
Kedua mobil ini dibekali mesin 1200cc dengan kode HR12DE yang dikenal cukup tangguh namun efisien.
Harga, konsumsi BBM, performa
![Datsun Go Panca [OLX]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/16/94421-datsun-go-panca.jpg)
Bicara soal biaya kepemilikan, Datsun Go memang sangat menggoda. Harga bekasnya untuk tahun 2014 hingga 2019 kini berada di kisaran Rp55 juta hingga Rp97 juta saja.
Tak hanya harga belinya yang murah, biaya operasionalnya pun tergolong rendah. Konsumsi bahan bakarnya untuk penggunaan luar kota bisa mencapai 20 km/liter berkat statusnya sebagai mobil LCGC.
Urusan pajak pun tidak akan mencekik kantong, karena estimasi pajak tahunannya hanya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung pada nilai jual kendaraan dan wilayah masing-masing.
Plus minus yang wajib diterima secara legawa jika beli Datsun Go

Di balik segala kelebihan ekonomis tersebut, pakar otomotif memberikan catatan serius mengenai aspek keamanan. Ko Lung Lung dari Dokter Mobil Indonesia memberikan peringatan bagi calon pembeli mengenai faktor keselamatan pada unit Datsun ini.
Menurutnya, ada perbedaan signifikan dalam hal struktur keamanan jika dibandingkan dengan mobil lain di kelasnya, seperti Nissan Grand Livina yang rentang harga di pasar mobil bekas lumayan mirip.
"Kalau mau jauh lebih safety ambillah Grand Livina. Datsun itu kayaknya dia potong budget deh," ujarnya.
Ia menekankan bahwa struktur yang ada pada mobil ini membuat kendaraan tersebut berisiko tinggi jika mengalami benturan dari samping.
Selain masalah struktur sasis, Ko Lung Lung juga menyoroti bagaimana karakteristik mobil ini saat dipacu di jalan raya.
Meskipun mesinnya tergolong bertenaga dan bodinya sangat ringan sehingga enak untuk diajak ngebut, aspek keselamatan tetap menjadi poin minus yang harus diwaspadai.
"Mobil ini bisa dipakai untuk kencang karena memang mesinnya oke dan bodinya enteng banget, tapi ingat ya mobil ini safety factor-nya kurang bagus ketimbang yang lainnya," jelas Ko Lung Lung.
Melihat perbandingan ini, Datsun Go memang bisa menjadi solusi bagi mereka yang mencari mobil pertama dengan dana terbatas dan biaya perawatan murah.
Fitur seperti ABS, EBD, dan airbag pun sudah tersedia di beberapa varian tertentu.
Namun, bagi keluarga yang memprioritaskan kekokohan struktur dan fitur keselamatan tingkat tinggi untuk perjalanan jauh, catatan dari pakar otomotif di atas tentu harus menjadi bahan pertimbangan yang matang sebelum melakukan transaksi.