- Pembalap Rifat Sungkar menegaskan Mitsubishi Lancer Evolution asli memiliki spesifikasi teknis mesin 2.000cc turbo dengan penggerak empat roda.
- Perbedaan mendasar antara unit asli dan hasil konversi terlihat dari kode bodi serta sistem penggerak empat roda.
- Sejarah Lancer di Indonesia mencakup berbagai model mulai Lancer SL tahun 1981 hingga seri Lancer EX tahun 2015.
Suara.com - Bagi pecinta otomotif, nama Mitsubishi Lancer Evolution atau yang akrab disapa Evo bukan sekadar deretan huruf.
Mobil ini adalah legenda hidup yang lahir dari kerasnya lintasan reli dunia atau WRC. Pesona Evo begitu kuat karena performanya yang gahar dan tampilannya yang agresif, menjadikannya mobil impian banyak orang dari berbagai generasi.
Di Indonesia sendiri, antusiasme terhadap Evo tidak pernah padam, meski banyak orang sering salah kaprah dan menyamakan Lancer standar dengan versi Evolution yang asli.
Pembalap nasional sekaligus pakar otomotif, Rifat Sungkar, menjelaskan bahwa banyak pemilik Lancer standar melakukan modifikasi atau konversi agar mobilnya menyerupai Evo.
Namun, ada perbedaan mendasar yang tidak bisa dibohongi. Rifat menegaskan bahwa Evolution sejati selalu memiliki spesifikasi teknis yang jauh di atas versi "lokal".
"Perbedaan mendasar antara Evo dan tidak Evo adalah kalau Evo pasti, 2000cc Turbo Four-Wheel Drive," ungkap Rifat.
Cara paling akurat untuk membedakan Evo asli dengan hasil konversi adalah dengan melihat sistem penggeraknya.

Evo asli menggunakan penggerak empat roda atau All-Wheel Drive (AWD), sementara Lancer lokal umumnya adalah penggerak roda depan atau belakang tergantung generasinya.
Rifat juga memperingatkan bahwa proses konversi dari Lancer biasa menjadi Evo sangat rumit karena harus memotong lantai mobil untuk memasang bracket gardan belakang.
Jika pengerjaan lantai ini tidak sempurna, mobil bisa menjadi tidak stabil dan berbahaya saat dipacu dalam kecepatan tinggi.
Selain itu, kode bodi juga menjadi pembeda nyata; misalnya Evo 1 berkode CD9A, sedangkan Lancer lokal di era yang sama menggunakan kode CB5.
Harga Mitsubishi Lancer "lokal"
Jika Anda belum sanggup meminang Evo asli yang harganya kini melambung tinggi, Mitsubishi Lancer versi lokal non-Evo tetap menjadi pilihan menarik dengan harga yang lebih terjangkau.
Lancer SL

Mitsubishi Lancer generasi awal. (Drive Place)
Perjalanan Lancer di Indonesia dimulai dengan Lancer SL pada tahun 1981 yang menggunakan mesin 1.400 cc berpenggerak roda belakang.
Mobil ini memiliki konsumsi BBM sekitar 8-11 km/liter, dengan harga seken saat ini berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 jutaan.
Lancer tahun 90-an dengan kode sasis CB series

Memasuki era 90-an, hadir Lancer CB4 (GLXi) 1.600 cc dengan tenaga 113 dk yang sangat populer karena bentuknya mirip Evo III.
Konsumsi BBM-nya berkisar 10-12 km/liter di dalam kota, dengan harga pasar sekitar Rp25 juta hingga Rp45 juta.
Ada juga varian Lancer CB5 (GTi) bermesin 1.800 cc DOHC yang menghasilkan 135 dk dengan harga seken mencapai Rp55 jutaan.
Lancer Cedia dan EX

Mitsubishi Lancer 2003-2005. (Favcars)
Generasi yang lebih modern di era 2000-an memperkenalkan Lancer Cedia dan Lancer EX. Cedia hadir dengan pilihan mesin 1.600 cc (GLX) dan 2.000 cc (GT) yang sudah menggunakan teknologi MIVEC dengan konsumsi BBM sekitar 10-14 km/liter.
Untuk harga, Cedia masih dibanderol di atas Rp60 juta. Terakhir, Lancer EX yang diproduksi hingga 2015 mengusung mesin 2.000 cc MIVEC bertenaga 158 dk.

Sebagai model yang paling muda, harga bekas Lancer EX 2.0 GT tahun 2008 ke atas masih cukup tinggi, yakni di kisaran Rp225 juta hingga Rp260 juta.
Dengan memahami perbedaan teknis dan sejarah ini, Anda bisa lebih bijak dalam memilih Lancer impian tanpa harus tertipu dengan tampilan luar semata.